Blog / Pemerintah Siapkan Peta Jalan Green Port Indonesia 2030
Pemerintah Siapkan Peta Jalan Green Port Indonesia 2030
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar menuju sistem logistik laut yang lebih berkelanjutan. Melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah meluncurkan peta jalan atau roadmap Green Port Indonesia 2030 yang menargetkan implementasi pelabuhan ramah lingkungan di seluruh wilayah nusantara. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dari sektor maritim.
Roadmap ini berfokus pada empat pilar utama: efisiensi energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, dan manajemen limbah pelabuhan. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Belawan, dan Bitung ditetapkan sebagai proyek percontohan. Di tahap awal, penerapan sistem shore power — yaitu suplai listrik langsung ke kapal saat bersandar — mulai diuji coba untuk menggantikan bahan bakar konvensional.
Selain infrastruktur hijau, digitalisasi juga menjadi bagian penting dari program ini. Sistem monitoring energi berbasis IoT dan analisis data real-time akan membantu pelabuhan mengukur serta mengoptimalkan konsumsi energi. Dengan pendekatan ini, efisiensi operasional dapat dicapai tanpa mengorbankan produktivitas.
Target pemerintah adalah 30% pelabuhan nasional beroperasi dengan standar Green Port pada tahun 2030. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menekan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia sebagai negara kepulauan yang berkomitmen terhadap ekonomi biru (blue economy).
Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku industri logistik, konsep Green Port akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan maritim Indonesia.
Pelabuhan masa depan bukan hanya efisien dan digital, tapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sumber: Kemenhub RI, Antara News, Bisnis Indonesia (5 Oktober 2025).