Blog / Krisis Kompetensi Sopir Logistik – Ancaman Efisiensi Nasional
Krisis Kompetensi Sopir Logistik – Ancaman Efisiensi Nasional
Krisis kompetensi di kalangan sopir logistik kini menjadi isu serius yang berpotensi mengganggu kelancaran distribusi nasional. Sebagai ujung tombak transportasi darat, sopir berperan penting menghubungkan pelabuhan dengan hinterland dan pusat industri. Namun, kurangnya pelatihan formal membuat banyak sopir bekerja dengan jam panjang tanpa pemahaman keselamatan dan efisiensi.
Riset Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyebutkan bahwa lebih dari 60% sopir belum memiliki sertifikasi profesi resmi. Akibatnya, angka kecelakaan dan keterlambatan distribusi meningkat signifikan. Selain itu, sistem jam kerja yang tidak manusiawi memperburuk kondisi fisik dan mental para sopir.
Solusi utama adalah peningkatan pelatihan dan standarisasi kompetensi nasional. Pemerintah bersama asosiasi transportasi perlu menetapkan kurikulum keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan etika berkendara. Selain itu, penggunaan teknologi seperti GPS, sistem telematika, dan sensor kendaraan bisa membantu memantau perilaku sopir di lapangan.
Industri logistik harus mulai menempatkan aspek SDM sebagai prioritas, bukan sekadar biaya operasional. Dengan sopir yang kompeten dan terlindungi, efisiensi logistik nasional akan meningkat, dan keselamatan di jalan pun lebih terjamin.
Sumber: ALI, MetroTV News, Bisnis Indonesia 2025.