MDI Logo

Insight Bisnis

Semua Artikel

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Bisnis Asuransi Marine Cargo Tumbuh, Didukung Kenaikan Ekspor Indonesia

Industri asuransi marine cargo menunjukkan pertumbuhan stabil seiring meningkatnya ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025. Dengan semakin tingginya volume pengiriman laut, kebutuhan akan perlindungan kargo meningkat pesat dan memperkuat posisi asuransi sebagai elemen penting dalam rantai pengiriman barang. Tren ini dipicu oleh aktivitas ekspor yang mencatat kenaikan signifikan, terutama dari sektor manufaktur, pertanian, dan komoditas olahan. Menurut laporan media ekonomi nasional pada November 2025, ekspor Indonesia tumbuh stabil, mendorong permintaan logistik laut dan secara langsung meningkatkan permintaan polis asuransi kargo. Para pelaku industri melihat adanya peningkatan kesadaran dari pemilik barang bahwa risiko di laut tidak bisa dihindari, mulai dari kerusakan fisik, kehilangan, hingga risiko cuaca ekstrem. Sektor marine cargo insurance juga mendapatkan keuntungan dari stabilnya tingkat klaim, yang menunjukkan perbaikan keselamatan pelayaran dan pengelolaan risiko di berbagai titik rantai pasok. Selain itu, digitalisasi proses klaim dan pemantauan pengiriman membuat industri ini semakin efisien dan menarik bagi pengirim barang. Dengan dukungan pertumbuhan ekspor dan pengiriman domestik, bisnis asuransi kargo laut diprediksi terus meningkat hingga akhir tahun. Industri ini akan memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan pelaku supply chain terhadap pengiriman laut yang aman dan terlindungi.

Article image
Edukasi Umum

Seberapa Penting EMKL dalam Rantai Pasok Logistik Laut?

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) adalah elemen yang sering tidak terlihat tetapi memegang peran vital dalam pengiriman kontainer. Tanpa EMKL, barang dari pabrik atau gudang tidak akan sampai ke kapal tepat waktu. Mereka adalah penghubung antara pemilik barang, trucking, depo kontainer, pelayaran, hingga pihak pelabuhan. Peran utama EMKL adalah mengurus dokumen penting seperti Shipping Instruction (SI), Delivery Order (DO), hingga koordinasi pengiriman kontainer ke terminal. Mereka memastikan jadwal kapal, ketersediaan trucking, dan administrasi bea cukai berjalan lancar. Kegagalan satu proses saja bisa menyebabkan keterlambatan atau biaya tambahan. Di era modern, banyak EMKL mulai mengadopsi layanan digital untuk mempermudah tracking, booking, dan konfirmasi jadwal. Sistem seperti ini memotong waktu komunikasi dan mengurangi risiko kesalahan manusia. Pelanggan pun bisa memantau status kontainer dengan lebih transparan. Tantangan terbesar EMKL adalah birokrasi dan kemacetan pelabuhan. Karena itu, kompetensi dan pengalaman EMKL sangat menentukan efisiensi logistik. Perusahaan yang memilih EMKL profesional akan terhindar dari longstay, demurrage, atau kehilangan slot kapal. Singkatnya, EMKL adalah urat nadi logistik laut. Mereka membuat rantai pasok bekerja tanpa henti dan menjaga barang sampai ke tujuan tepat waktu. Tanpa mereka, sistem logistik laut akan berjalan jauh lebih lambat dan mahal.

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Bisnis Asuransi Marine Cargo Tumbuh, Didukung Kenaikan Ekspor Indonesia

Kinerja ekspor Indonesia kembali menunjukkan tren positif pada pertengahan 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nasional naik sekitar 7,72% hingga Agustus 2025. Pertumbuhan ini bukan hanya berdampak pada sektor pelayaran dan logistik, tetapi juga meningkatkan permintaan terhadap layanan asuransi marine cargo. Seiring meningkatnya pengiriman barang lewat laut, pelaku industri semakin menyadari pentingnya perlindungan risiko. Banyak perusahaan manufaktur dan eksportir besar mulai memperketat standar keamanan logistik, termasuk menjadikan asuransi sebagai komponen wajib pengiriman. Hal ini membuat perusahaan asuransi optimistis terhadap pertumbuhan premi hingga akhir tahun 2025. Produk-produk ekspor seperti komoditas, minyak sawit, serta hasil olahan industri menjadi penyumbang terbesar permintaan asuransi. Selain itu, banyak forwarder dan EMKL kini menawarkan paket layanan terintegrasi dengan marine cargo insurance sebagai nilai tambah bagi pelanggan. Tren ini menunjukkan bahwa industri logistik Indonesia semakin matang. Kesadaran pasar terhadap risiko pengiriman meningkat, dan kolaborasi antara penyedia logistik dan perusahaan asuransi menjadi semakin kuat. Ke depan, digitalisasi proses klaim dan monitoring polis diprediksi mempercepat layanan serta meningkatkan transparansi. Sumber: KONTAN Insight, 10 Oktober 2025 – “Ekspor Naik, Bisnis Asuransi Marine Cargo Terus Bertumbuh”

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

5 Tips Memilih Asuransi Marine Cargo yang Tepat

Di dunia logistik laut, risiko tidak bisa dihindari. Mulai dari cuaca buruk, penanganan tidak tepat, kerusakan di pelabuhan, hingga kehilangan kontainer saat perjalanan. Karena itu, asuransi marine cargo bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari manajemen risiko logistik. Namun, masih banyak pelaku usaha yang memilih polis tanpa memahami detail cakupan dan manfaatnya. Tips pertama adalah memastikan sum insured mencakup nilai barang dan biaya pengiriman. Banyak kasus kerugian tidak terbayar penuh karena nilai pertanggungan tidak sesuai. Kedua, pahami cakupan risiko: apakah polis melindungi kerusakan fisik, kehilangan akibat pencurian, force majeure, atau keterlambatan pengiriman. Semakin lengkap cakupannya, semakin aman bisnis Anda. Ketiga, cek reputasi perusahaan asuransi. Produk murah tidak selalu aman jika proses klaim lambat atau berbelit. Pilih asuransi yang punya rekam jejak baik dan layanan klaim cepat. Keempat, pilih penyedia yang sudah mendukung sistem digital, seperti pelaporan klaim online dan pelacakan status klaim. Terakhir, jangan hanya bandingkan premi. Premi rendah dengan pengecualian banyak justru bisa merugikan. Yang terpenting adalah perlindungan menyeluruh sesuai kebutuhan barang dan rute pengiriman Anda. Dengan memilih asuransi yang tepat, bisnis bisa berjalan aman meski menghadapi risiko laut. Asuransi marine cargo adalah investasi perlindungan. Di tengah rantai pasok global yang kompleks, proteksi yang benar memberi ketenangan dan stabilitas bagi pemilik barang maupun operator logistik.

Article image
Edukasi Umum

Pemerintah Siapkan Peta Jalan Green Port Indonesia 2030

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar menuju sistem logistik laut yang lebih berkelanjutan. Melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah meluncurkan peta jalan atau roadmap Green Port Indonesia 2030 yang menargetkan implementasi pelabuhan ramah lingkungan di seluruh wilayah nusantara. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dari sektor maritim. Roadmap ini berfokus pada empat pilar utama: efisiensi energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, dan manajemen limbah pelabuhan. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Belawan, dan Bitung ditetapkan sebagai proyek percontohan. Di tahap awal, penerapan sistem shore power — yaitu suplai listrik langsung ke kapal saat bersandar — mulai diuji coba untuk menggantikan bahan bakar konvensional. Selain infrastruktur hijau, digitalisasi juga menjadi bagian penting dari program ini. Sistem monitoring energi berbasis IoT dan analisis data real-time akan membantu pelabuhan mengukur serta mengoptimalkan konsumsi energi. Dengan pendekatan ini, efisiensi operasional dapat dicapai tanpa mengorbankan produktivitas. Target pemerintah adalah 30% pelabuhan nasional beroperasi dengan standar Green Port pada tahun 2030. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menekan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia sebagai negara kepulauan yang berkomitmen terhadap ekonomi biru (blue economy). Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku industri logistik, konsep Green Port akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan maritim Indonesia.  Pelabuhan masa depan bukan hanya efisien dan digital, tapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sumber: Kemenhub RI, Antara News, Bisnis Indonesia (5 Oktober 2025).

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Reefer Container dan Kapan Harus Digunakan?

Dalam industri logistik laut, pengiriman barang dengan suhu terkendali menjadi semakin penting, terutama untuk sektor pangan, farmasi, dan ekspor hasil laut. Di sinilah peran reefer container — atau kontainer pendingin — menjadi sangat vital. Reefer container dirancang khusus untuk menjaga suhu tertentu selama proses pengiriman, baik di laut maupun darat. Reefer container mampu mengatur suhu antara -30°C hingga +30°C, menjadikannya ideal untuk pengiriman daging beku, ikan, buah, sayuran segar, hingga vaksin dan obat-obatan. Kontainer ini dilengkapi sistem pendingin otomatis yang terhubung dengan sumber daya kapal atau pelabuhan, dan dalam versi modernnya sudah memiliki fitur sensor digital untuk pemantauan suhu real-time. Dalam konteks ekspor Indonesia, reefer container menjadi salah satu pendorong utama daya saing produk. Negara tujuan seperti Jepang, Korea, dan Eropa menerapkan standar ketat terhadap rantai dingin (cold chain). Karena itu, penggunaan reefer container bukan hanya soal menjaga kualitas produk, tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Namun, biaya penggunaan reefer container memang lebih tinggi dibanding kontainer biasa. Oleh karena itu, perusahaan logistik biasanya menerapkan perencanaan khusus, mulai dari rotasi armada, waktu pengisian daya, hingga monitoring digital yang efisien agar biaya operasional tetap terkendali. Ke depan, pengembangan teknologi pendingin hemat energi dan integrasi data suhu berbasis cloud diharapkan membuat penggunaan reefer container semakin efisien. Bagi pelaku logistik maupun eksportir, memahami cara kerja dan manajemen reefer container adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas dan kepercayaan pasar global. Sumber: INSA, Maersk Reefer Operations 2025, Marine Insight.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Proyek Peningkatan Fasilitas Terminal Petikemas Makassar Resmi Dimulai

Transformasi logistik laut di Kawasan Timur Indonesia terus berlanjut. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) secara resmi memulai proyek peningkatan fasilitas Terminal Petikemas Makassar (TPM) yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan bongkar muat peti kemas. Langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis nasional untuk memperkuat konektivitas dan daya saing pelabuhan di kawasan timur. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas terminal dari 1,2 juta TEUs menjadi 1,7 juta TEUs per tahun. Selain ekspansi fisik, Pelindo juga akan menambah dua unit ship-to-shore (STS) crane baru serta memperbarui sistem manajemen terminal berbasis Artificial Intelligence (AI). Dengan sistem ini, pergerakan kontainer, jadwal kapal, hingga produktivitas operator akan terpantau secara real-time. Direktur Utama Pelindo menyebut bahwa proyek peningkatan TPM diharapkan menjadi tonggak efisiensi logistik nasional, mengingat Makassar berperan sebagai hub utama penghubung pelayaran domestik di kawasan timur. Selain itu, integrasi dengan sistem logistik nasional (Sislognas) akan memudahkan pertukaran data antar pelabuhan dan mempercepat layanan ekspor-impor. Peningkatan fasilitas ini juga diproyeksikan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan efisiensi bongkar muat yang lebih tinggi, waktu sandar kapal bisa ditekan hingga 20%, sementara biaya logistik regional berpotensi turun secara signifikan. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi sektor industri dan perdagangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Transformasi Makassar New Port dan TPM menunjukkan bahwa Indonesia mulai menyeimbangkan pembangunan pelabuhan antara wilayah barat dan timur. Dengan penerapan teknologi modern dan sistem yang lebih terintegrasi, logistik laut nasional semakin siap bersaing di era global. Sumber: Pelindo News Release, Kemenhub RI, 3 Oktober 2025.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Inovasi Logistik Laut – Masa Depan Otomasi dan Digital Twin

Industri logistik laut sedang berada di era transformasi besar. Teknologi otomasi dan konsep “Digital Twin” mulai diimplementasikan di berbagai pelabuhan dunia untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional. Digital Twin adalah model virtual yang mereplikasi aktivitas fisik pelabuhan secara real-time untuk analisis dan simulasi. Dengan teknologi ini, operator dapat memantau pergerakan crane, kontainer, dan kapal secara digital. Data dikumpulkan dari sensor IoT dan dianalisis oleh AI untuk memprediksi kemacetan, meminimalkan downtime, dan mengoptimalkan jadwal bongkar muat. Pelabuhan modern seperti Rotterdam dan Singapore telah membuktikan efektivitas sistem ini. Produktivitas meningkat hingga 30%, sementara konsumsi energi berkurang signifikan. Indonesia juga mulai mengadopsi pendekatan ini di beberapa pelabuhan utama, termasuk Tanjung Priok dan Makassar. Masa depan logistik laut akan bergantung pada kemampuan pelaku industri dalam memanfaatkan data dan teknologi. Kolaborasi antara pelabuhan, pelayaran, dan pemerintah menjadi fondasi untuk membangun sistem logistik laut yang adaptif dan berkelanjutan. Sumber: Port Technology International, UNCTAD 2025.

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Hinterland dalam Logistik Pelabuhan?

Istilah hinterland sering digunakan dalam konteks logistik pelabuhan, tetapi banyak yang belum memahami pentingnya. Hinterland adalah wilayah daratan di sekitar pelabuhan yang menjadi sumber atau tujuan utama arus barang. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok memiliki hinterland hingga ke Karawang, Bekasi, dan sebagian Jawa Tengah. Hinterland berfungsi sebagai pengumpul dan penyebar barang. Semakin besar dan produktif hinterland, semakin tinggi volume petikemas yang dikelola pelabuhan. Karena itu, pengembangan kawasan industri dan gudang logistik di area hinterland sangat berpengaruh terhadap kinerja pelabuhan. Tantangan yang sering dihadapi adalah akses transportasi yang kurang memadai. Banyak hinterland yang belum terhubung dengan jalan tol atau rel kereta barang, sehingga waktu tempuh menjadi lama dan biaya logistik meningkat. Solusi yang sedang ditempuh pemerintah antara lain pembangunan dry port dan integrasi sistem digital antar moda transportasi. Dengan sistem yang terhubung, distribusi barang dari hinterland ke pelabuhan bisa berjalan lebih cepat dan efisien. Sumber: Kemenhub RI, Pelindo Insight 2025.

Copyright © 2025 PT. Maritim Digital Indonesia