MDI Logo

Insight Bisnis

Semua Artikel

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Corner Casting pada Kontainer dan Mengapa Ukurannya Distandarkan?

Diterbitkan pada 04 October 2026

Jika diperhatikan, setiap kontainer memiliki bentuk sudut yang hampir sama, terutama pada bagian atas dan bawah. Sudut tersebut bukan sekadar bagian dari konstruksi, melainkan dilengkapi komponen penting bernama corner casting. Meski ukurannya relatif kecil dibandingkan keseluruhan badan kontainer, komponen ini memiliki peran besar dalam proses pengangkutan, penumpukan, dan pemindahan kontainer di berbagai negara. Apa Itu Corner Casting?Corner casting adalah komponen berbentuk logam yang dipasang pada delapan titik sudut kontainer, yaitu empat di bagian atas dan empat di bagian bawah. Komponen ini memiliki lubang dengan bentuk khusus yang berfungsi sebagai titik pengunci dan penghubung antara kontainer dengan peralatan pengangkutan. Corner casting memungkinkan kontainer diangkat menggunakan crane, dikunci pada chassis truk, maupun dihubungkan dengan kontainer lain saat ditumpuk. Mengapa Bentuk dan Ukurannya Harus Sama?Keseragaman corner casting berkaitan dengan standar internasional ISO 1161. Standar ini mengatur spesifikasi dan dimensi corner fitting agar dapat digunakan bersama berbagai peralatan penanganan kontainer. Bayangkan jika setiap produsen membuat sudut kontainer dengan ukuran dan posisi lubang yang berbeda. Crane di satu pelabuhan mungkin tidak dapat mengangkat kontainer dari produsen lain. Begitu juga dengan sistem penguncian pada kapal, truk, dan kereta api. Dengan standar yang sama, kontainer dapat berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya tanpa perlu mengganti sistem pengunci atau alat angkat khusus. Bagaimana Corner Casting Bekerja?Corner casting menjadi titik penghubung bagi beberapa perangkat penting dalam logistik kontainer.1. Twistlock: Mengunci kontainer pada kapal, chassis truk, atau kontainer lain agar tidak bergeser.2. Spreader: Perangkat pada crane yang menggunakan mekanisme pengunci untuk mengangkat kontainer melalui corner casting.3. Lashing: Sistem pengikat yang membantu menjaga posisi kontainer selama perjalanan laut.Selain mendukung proses pemindahan, corner casting juga menjadi bagian penting dalam menyalurkan beban ketika kontainer disusun bertingkat. Komponen Kecil dengan Peran BesarKeseragaman corner casting membuat sistem transportasi kontainer dapat bekerja secara terintegrasi di seluruh dunia. Kontainer yang dibuat di satu negara bisa ditangani menggunakan peralatan di pelabuhan negara lain. Inilah salah satu alasan mengapa sistem kontainer menjadi tulang punggung perdagangan global. Standarisasi bukan hanya soal kesamaan bentuk, tetapi juga tentang keselamatan, kompatibilitas, dan efisiensi dalam rantai logistik internasional.

Article image
Edukasi Umum

Mengenal 3 Pelabuhan Kontainer Tertua di Indonesia

Diterbitkan pada 04 October 2026

Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan merupakan tiga pelabuhan yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perdagangan dan logistik Indonesia. Ketiganya juga berkembang menjadi pusat aktivitas peti kemas di wilayah masing-masing dan terus beradaptasi mengikuti kebutuhan logistik nasional. 1. Pelabuhan Tanjung PriokPelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia. Berada di Jakarta, pelabuhan ini berkembang menjadi pintu utama arus barang untuk wilayah Jabodetabek dan kawasan industri di sekitarnya. Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, Tanjung Priok terus mengalami modernisasi, termasuk pengembangan terminal peti kemas, peningkatan peralatan bongkar muat, serta penerapan teknologi untuk mendukung efisiensi operasional. 2. Pelabuhan Tanjung PerakPelabuhan Tanjung Perak memiliki peran penting sebagai gerbang logistik Jawa Timur dan kawasan Indonesia bagian timur. Lokasinya di Surabaya membuat pelabuhan ini menjadi salah satu simpul utama distribusi barang melalui jalur laut. Aktivitas peti kemas di Tanjung Perak juga terus berkembang. Berbagai terminal di kawasan ini menangani arus kontainer domestik maupun internasional yang mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi antardaerah. 3. Pelabuhan BelawanPelabuhan Belawan merupakan salah satu pelabuhan utama di wilayah barat Indonesia. Pelabuhan ini memiliki posisi strategis dalam mendukung kegiatan perdagangan dan distribusi barang dari dan menuju Sumatera Utara.Belawan juga terus melakukan peningkatan kapasitas dan fasilitas untuk menghadapi pertumbuhan arus peti kemas. Modernisasi terminal dan peralatan bongkar muat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus logistik. Tiga Pelabuhan dengan Peran yang Terus BerkembangTanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan memiliki sejarah dan karakteristik wilayah yang berbeda. Namun, ketiganya sama-sama memiliki peran penting dalam jaringan logistik laut Indonesia. Perkembangan ketiga pelabuhan tersebut menunjukkan bahwa pelabuhan bukan hanya tempat kapal datang dan pergi. Kapasitas terminal, peralatan, konektivitas, dan digitalisasi juga semakin menentukan seberapa efisien arus barang dapat bergerak. Dengan pertumbuhan perdagangan nasional, modernisasi menjadi kebutuhan agar pelabuhan tetap mampu mendukung pergerakan kontainer dan rantai pasok Indonesia.

Article image
Edukasi Umum

Apa Arti Nomor dan Huruf pada Kontainer?

Diterbitkan pada 04 October 2026

Setiap kontainer memiliki deretan huruf dan angka yang menjadi identitasnya. Kode tersebut bukan sekadar penanda, tetapi digunakan untuk mengenali dan melacak kontainer selama proses pengiriman, mulai dari terminal, perjalanan laut, hingga lokasi tujuan.Apa Itu Kode Identitas Kontainer?Kode identitas kontainer mengacu pada standar internasional ISO 6346. Sistem ini membuat setiap kontainer memiliki kombinasi identitas yang dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam rantai logistik internasional. Kode tersebut biasanya terdiri dari 4 huruf dan 7 angka. Contohnya adalah MSKU 123456 7. Dengan standar yang sama, operator terminal, shipping line, pelabuhan, dan pihak logistik dapat menggunakan identitas kontainer secara konsisten. Apa Arti Huruf dan Angkanya?Pada contoh MSKU 123456 7, setiap bagian memiliki fungsi berbeda. MSK merupakan kode pemilik atau operator kontainer. Tiga huruf pertama disebut owner code dan terdaftar pada sistem identifikasi kontainer. U menunjukkan kategori peralatan. Huruf U digunakan untuk freight container, yaitu kontainer yang digunakan untuk mengangkut barang. 123456 merupakan serial number yang diberikan oleh pemilik atau operator untuk membedakan satu kontainer dengan kontainer lainnya. Sementara angka terakhir, yaitu 7, disebut check digit. Angka ini digunakan untuk membantu memverifikasi apakah nomor identifikasi kontainer ditulis atau dimasukkan ke dalam sistem dengan benar. Mengapa Nomor Kontainer Penting?Nomor identitas kontainer menjadi bagian penting dalam proses administrasi dan operasional logistik. Saat kontainer bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, identitas tersebut digunakan untuk mencatat dan memantau pergerakannya. Kode ini membantu berbagai aktivitas, seperti:Melacak posisi kontainer selama proses pengiriman.Mengurangi risiko salah identifikasi atau salah pengiriman.Mempermudah administrasi ekspor dan impor.Mendukung pertukaran data antara terminal, shipping line, dan pelaku logistik.Mempermudah proses bongkar muat karena setiap kontainer dapat dikenali secara spesifik. Bukan Sekadar NomorBagi orang yang melihatnya sekilas, kode seperti MSKU 123456 7 mungkin hanya terlihat sebagai deretan karakter. Namun dalam operasional logistik, kode tersebut menjadi identitas penting yang membantu memastikan setiap kontainer dapat dikenali dan ditelusuri. Dengan adanya standar seperti ISO 6346, identifikasi kontainer dapat digunakan secara konsisten dalam rantai logistik internasional, baik saat kontainer berada di terminal, di atas kapal, maupun dalam perjalanan menuju penerima barang.

Article image
PortPintar

Mengapa Berthing Plan Sangat Penting di Pelabuhan?

Diterbitkan pada 13 September 2026

Dalam satu waktu, sebuah pelabuhan bisa melayani banyak kapal dengan jadwal kedatangan dan kebutuhan bongkar muat yang berbeda. Karena kapasitas dermaga terbatas, kapal nggak bisa begitu saja datang lalu langsung memilih tempat untuk bersandar. Dibutuhkan perencanaan agar seluruh aktivitas dapat berjalan teratur dan efisien. Apa Itu Berthing Plan?Berthing Plan adalah rencana penempatan kapal di dermaga beserta jadwal sandarnya. Melalui perencanaan ini, operator terminal dapat menentukan kapal mana yang akan dilayani, lokasi sandar, waktu kedatangan, hingga estimasi waktu yang dibutuhkan untuk proses bongkar muat. Perencanaan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dermaga, jadwal kapal, kapasitas peralatan, serta aktivitas kapal lain yang sedang atau akan dilayani. Mengapa Berthing Plan Dibutuhkan?Berthing Plan membantu pelabuhan mengatur penggunaan dermaga agar lebih optimal. Dengan jadwal dan posisi sandar yang sudah direncanakan, operator dapat mempersiapkan peralatan serta tenaga kerja sebelum kapal tiba. Perencanaan yang baik juga dapat membantu:Mengurangi waktu tunggu kapal karena jadwal sandar sudah dipersiapkan.Mengoptimalkan penggunaan dermaga agar ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.Memperlancar proses bongkar muat karena kebutuhan operasional dapat dipersiapkan lebih awal.Meningkatkan produktivitas terminal dengan mengurangi waktu yang terbuang selama pergantian atau pelayanan kapal. Apa Dampaknya Jika Tidak Terencana?Tanpa Berthing Plan yang baik, aktivitas di dermaga dapat menjadi kurang teratur. Kapal yang datang mungkin harus menunggu lebih lama karena tempat sandar masih digunakan kapal lain. Kondisi tersebut dapat menimbulkan antrean kapal, utilisasi dermaga yang nggak optimal, hingga keterlambatan proses bongkar muat. Pada akhirnya, waktu tunggu dan keterlambatan operasional dapat meningkatkan biaya bagi berbagai pihak yang terlibat dalam rantai logistik. Berthing Plan dan Efisiensi PelabuhanBerthing Plan bukan sekadar jadwal kapal bersandar. Di dalamnya terdapat pengaturan ruang, waktu, peralatan, dan prioritas pelayanan yang saling berkaitan.Semakin baik perencanaan sandar dilakukan, semakin besar peluang pelabuhan menjaga kelancaran arus kapal dan kontainer. Karena itu, Berthing Plan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan operasional terminal dan upaya meningkatkan efisiensi logistik.

Article image
Edukasi Umum

Mengapa Kontainer Disusun Bertumpuk di Terminal dan Kapal?

Diterbitkan pada 13 September 2026

Kalau melihat terminal peti kemas, kita sering menemukan kontainer yang disusun bertingkat hingga beberapa lapis. Hal yang sama juga terlihat di atas kapal kontainer. Penyusunan seperti ini bukan sekadar untuk membuat kontainer terlihat rapi, tetapi merupakan bagian penting dari pengelolaan ruang dan operasional logistik. Mengapa Kontainer Disusun Bertingkat?Alasan utamanya adalah memanfaatkan ruang secara maksimal. Area terminal memiliki luas yang terbatas, sementara jumlah kontainer yang harus ditangani bisa sangat banyak. Dengan menyusun kontainer secara bertingkat, kapasitas penyimpanan dapat ditingkatkan tanpa harus memperluas area terminal. Di atas kapal, prinsipnya juga sama. Ruang yang tersedia harus digunakan seefisien mungkin agar kapal dapat membawa lebih banyak muatan sesuai kapasitas dan batas keselamatannya. Apakah Kontainer Bisa Ditumpuk Sembarangan?Tentu nggak. Penyusunan kontainer harus memperhitungkan berbagai faktor agar tetap aman dan memudahkan proses bongkar muat. Berat kontainer menjadi salah satu pertimbangan utama. Kontainer dengan muatan lebih berat umumnya ditempatkan di posisi yang sesuai dengan kemampuan struktur dan stabilitas susunan. Jenis muatan juga perlu diperhatikan. Kontainer tertentu mungkin memiliki karakteristik atau kebutuhan penanganan khusus sehingga penempatannya harus mengikuti aturan operasional yang berlaku. Selain itu, pelabuhan tujuan dan urutan bongkar muat ikut menentukan posisi kontainer. Kontainer yang akan dibongkar lebih awal perlu ditempatkan sedemikian rupa agar proses pengambilannya nggak mengharuskan pemindahan terlalu banyak kontainer lain. Mengapa Penyusunan Ini Penting?Penataan yang tepat membantu terminal dan kapal bekerja lebih efisien. Peralatan seperti quay crane, RTG, atau reach stacker dapat melakukan proses pemindahan kontainer dengan lebih terencana. Sebaliknya, penempatan yang kurang tepat bisa menyebabkan extra handling, yaitu kontainer harus dipindahkan terlebih dahulu hanya untuk mengambil kontainer yang berada di bawah atau di posisi lain. Kondisi ini dapat menambah waktu dan biaya operasional. Jadi, kontainer yang terlihat hanya "ditumpuk" sebenarnya berada dalam susunan yang sudah mempertimbangkan kapasitas, keselamatan, jenis muatan, tujuan, dan urutan pergerakan kontainer. KesimpulanPenyusunan kontainer secara bertingkat dilakukan untuk mengoptimalkan ruang sekaligus menjaga efisiensi operasional. Baik di terminal maupun di atas kapal, posisi setiap kontainer perlu direncanakan agar proses penyimpanan, pemindahan, dan bongkar muat dapat berjalan dengan aman dan efisien.

Article image
Edukasi Umum

Dry Port Bukan Sekadar Depo Kontainer, Apa Fungsinya?

Diterbitkan pada 13 September 2026

Banyak yang mengira dry port hanya merupakan tempat untuk menyimpan kontainer. Padahal, fungsinya jauh lebih luas dalam mendukung kegiatan logistik, terutama untuk menghubungkan aktivitas di wilayah daratan dengan pelabuhan laut. Keberadaan dry port dapat membantu mendekatkan layanan kepelabuhanan ke kawasan industri sekaligus mendukung kelancaran arus barang dalam rantai pasok.Apa Itu Dry Port?Dry port adalah fasilitas logistik di wilayah daratan yang terhubung dengan pelabuhan laut dan dapat melayani berbagai aktivitas terkait pengiriman barang, termasuk kegiatan ekspor-impor, kepabeanan, serta pengelolaan kontainer.Karena terhubung dengan pelabuhan laut, dry port dapat menjadi salah satu titik dalam proses pergerakan barang dari kawasan industri menuju pelabuhan atau sebaliknya.Dengan konsep ini, sebagian aktivitas logistik tidak harus selalu dilakukan di pelabuhan utama.Apa Bedanya Dry Port dengan Depo Kontainer?Dry port dan depo kontainer memang sama-sama dapat berkaitan dengan aktivitas kontainer, tetapi fungsi keduanya berbeda. Dry port memiliki fungsi yang lebih luas, termasuk mendukung aktivitas logistik dan ekspor-impor serta dapat terhubung dengan proses kepabeanan. Sementara itu, depo kontainer lebih berfokus pada pengelolaan kontainer, seperti penyimpanan, pemeriksaan, perawatan, perbaikan, serta pergerakan kontainer kosong. Jadi, dry port tidak tepat jika hanya dianggap sebagai tempat penyimpanan kontainer. Mengapa Dry Port Dibutuhkan?Salah satu alasan dry port dibutuhkan adalah untuk membantu mengatasi kepadatan di pelabuhan utama.Ketika volume barang meningkat, terlalu banyak aktivitas yang terkonsentrasi di area pelabuhan dapat memengaruhi kelancaran operasional. Dry port dapat membantu memindahkan sebagian aktivitas logistik ke wilayah daratan. Selain itu, lokasi dry port yang lebih dekat dengan kawasan industri dapat memberikan alternatif bagi perusahaan dalam mengelola pergerakan barang.Dry port juga dapat mendukung efisiensi rantai pasok karena aktivitas logistik dapat dilakukan lebih dekat dengan pusat produksi atau distribusi. Bagaimana Dry Port Mendukung Logistik?Dengan konektivitas yang baik, dry port dapat berfungsi sebagai penghubung antara kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan laut. Barang dapat dikonsolidasikan atau dikelola di dry port sebelum diteruskan menuju pelabuhan. Sebaliknya, barang yang datang melalui pelabuhan dapat diarahkan ke dry port sebelum didistribusikan ke tujuan berikutnya. Artinya, keberadaan dry port dapat membantu mendekatkan layanan pelabuhan ke pengguna di wilayah daratan, mengurangi kepadatan di pelabuhan utama, dan mendukung kelancaran arus barang. KesimpulanDry port bukan sekadar depo kontainer. Fasilitas ini memiliki fungsi yang lebih luas sebagai bagian dari jaringan logistik yang menghubungkan aktivitas di daratan dengan pelabuhan laut. Dengan dukungan konektivitas dan pengelolaan yang baik, dry port dapat membantu memperlancar arus barang, mendekatkan layanan logistik ke kawasan industri, serta mendukung efisiensi rantai pasok.Karena itu, pengembangan dry port perlu dilihat bukan hanya dari sisi fasilitas kontainer, tetapi juga dari perannya dalam membangun jaringan logistik yang lebih terintegrasi dan efisien.

Article image
Edukasi Umum

SOC vs COC: Siapa Sebenarnya Pemilik Kontainer?

Diterbitkan pada 29 August 2026

Tidak semua kontainer yang digunakan dalam pengiriman barang merupakan milik perusahaan pelayaran. Dalam industri logistik, terdapat dua istilah yang sering digunakan untuk membedakan sumber atau pengelolaan kontainer, yaitu SOC dan COC. Memahami perbedaan keduanya penting bagi shipper karena dapat berpengaruh terhadap pengelolaan kontainer, biaya, hingga proses operasional selama pengiriman. Apa Itu SOC?SOC atau Shipper Owned Container adalah kontainer yang disediakan oleh pihak shipper untuk digunakan dalam proses pengiriman. Meski disebut Shipper Owned Container, bukan berarti shipper selalu membeli dan memiliki kontainer tersebut sebagai aset. Kontainer SOC juga dapat berasal dari skema sewa atau pengaturan lainnya. Penggunaan SOC memberikan shipper kontrol yang lebih besar terhadap kontainer. Hal ini dapat menjadi pilihan untuk rute tertentu atau kondisi pengiriman yang membutuhkan fleksibilitas lebih dalam pengelolaan equipment. Apa Itu COC?COC atau Carrier Owned Container adalah kontainer yang dimiliki atau dikelola oleh carrier, seperti perusahaan pelayaran. Dalam skema COC, shipper menggunakan kontainer yang disediakan oleh shipping line untuk mengangkut barang. Setelah barang selesai dikirim, kontainer perlu dikembalikan sesuai ketentuan dan lokasi yang ditentukan oleh carrier. Karena kontainer berada dalam pengelolaan carrier, penggunaannya mengikuti aturan yang berlaku, termasuk mengenai free time, detention, dan pengembalian kontainer. Dengan kata lain, pada COC, shipper tidak perlu menyediakan kontainernya sendiri karena equipment disediakan oleh carrier. Apa Perbedaan SOC dan COC?Perbedaan paling sederhana terletak pada siapa yang menyediakan dan mengelola kontainer. Pada SOC, kontainer disediakan oleh shipper dan pengelolaannya berada di pihak shipper atau pihak yang menyediakan kontainer tersebut. Sementara pada COC, kontainer disediakan oleh carrier dan penggunaannya mengikuti ketentuan carrier. Perbedaan ini dapat memengaruhi berbagai aspek operasional, seperti ketersediaan kontainer, proses pengembalian, biaya penggunaan, serta fleksibilitas dalam menentukan equipment. Karena itu, pemilihan SOC atau COC perlu mempertimbangkan kebutuhan pengiriman, rute, biaya, dan kondisi operasional. Mana yang Lebih Baik, SOC atau COC?Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik untuk semua pengiriman. SOC dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi shipper yang memiliki kebutuhan khusus terhadap kontainer. Sementara COC dapat menjadi pilihan praktis karena shipper menggunakan equipment yang disediakan carrier. Yang penting adalah memahami konsekuensi dari masing-masing skema sebelum menentukan pilihan. KesimpulanSOC dan COC bukan sekadar istilah mengenai kontainer, tetapi juga menunjukkan pihak yang menyediakan dan mengelola equipment tersebut. SOC merupakan kontainer yang disediakan oleh shipper, sedangkan COC merupakan kontainer yang disediakan atau dikelola carrier. Dengan memahami perbedaan SOC dan COC, perusahaan dapat menentukan skema penggunaan kontainer yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengiriman sekaligus mengelola biaya dan operasional secara lebih efektif.

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

75 Kontainer Jatuh dari Kapal MV Mississippi di Long Beach, Apa Dampaknya bagi Logistik?

Diterbitkan pada 29 August 2026

Insiden kecelakaan kontainer kembali terjadi di pelabuhan Amerika Serikat. Pada 9 September 2025, sekitar pukul 08.48 waktu setempat, sejumlah kontainer jatuh dari kapal MV Mississippi saat sedang bersandar di Pier G, Port of Long Beach, California. Laporan awal menyebut sekitar 67 kontainer jatuh. Namun, setelah proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut, jumlahnya diperbarui menjadi sekitar 75 kontainer. Sebagian masuk ke perairan pelabuhan, sementara beberapa lainnya jatuh ke area dermaga dan mengenai kapal tongkang pengendali emisi yang berada di sisi kapal. Apa yang Terjadi pada MV Mississippi?MV Mississippi merupakan kapal kontainer berbendera Portugal yang dioperasikan oleh ZIM dan memiliki kapasitas sekitar 5.500 TEUs. Saat kejadian, kapal sedang melakukan proses bongkar muat setelah tiba dari Yantian, China. Dua bagian susunan kontainer di atas kapal mengalami keruntuhan sehingga kontainer jatuh ke air dan area sekitar dermaga. Sekitar 25 sampai 30 kontainer sempat diperkirakan berada di dasar perairan dan harus ditemukan menggunakan sonar sebelum proses evakuasi dilakukan. Penyebab pasti keruntuhan belum dapat langsung dipastikan. Investigasi dilakukan oleh otoritas terkait, termasuk U.S. Coast Guard dan National Transportation Safety Board. Apa Dampaknya bagi Operasional Pelabuhan?Insiden tersebut menyebabkan aktivitas di Pier G dihentikan sementara untuk mengamankan kapal, kontainer, serta area sekitar. U.S. Coast Guard juga menetapkan zona keselamatan sekitar 500 yard di sekitar MV Mississippi. Selain kehilangan dan kerusakan kontainer, sebuah tongkang pengendali emisi yang berada di sisi kapal ikut mengalami kerusakan. Seorang pekerja juga dilaporkan mengalami cedera ringan saat berusaha menghindari kontainer yang jatuh. Tim gabungan kemudian melakukan operasi pencarian dan penyelamatan menggunakan kapal, sonar, penyelam, serta peralatan pengangkatan. Seluruh kontainer yang jatuh ke air akhirnya berhasil dievakuasi pada 26 September 2025 dan pembatasan lalu lintas kapal kemudian dicabut. Pelajaran bagi Industri LogistikInsiden MV Mississippi menunjukkan bahwa keselamatan dan pengelolaan kontainer merupakan bagian penting dari efisiensi operasional pelabuhan. Keruntuhan susunan kontainer tidak hanya berpotensi menyebabkan kehilangan barang, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas terminal, merusak fasilitas, menimbulkan risiko keselamatan, dan memperlambat pergerakan kapal maupun kargo. Bagi pemilik barang, kejadian seperti ini juga menjadi pengingat pentingnya memastikan Marine Cargo Insurance yang dimiliki sesuai dengan karakteristik risiko pengiriman. Perlindungan asuransi dapat membantu mengurangi dampak finansial ketika terjadi kehilangan atau kerusakan barang selama proses pengangkutan, sesuai ketentuan polis. KesimpulanInsiden MV Mississippi di Port of Long Beach menjadi pengingat bahwa risiko dalam rantai logistik dapat muncul bahkan ketika kapal sudah berada di pelabuhan. Dengan sekitar 75 kontainer jatuh, kejadian ini menunjukkan pentingnya pengelolaan keselamatan, stabilitas muatan, pengawasan operasional, serta kesiapan penanganan insiden di lingkungan pelabuhan. Sumber berita: Los Angeles Times, Lloyd's List, dan laporan penanganan insiden di Port of Long Beach.Sumber image: abcnews.com

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Detention dan Demurrage dalam Logistik Kontainer?

Diterbitkan pada 13 August 2026

Dalam pengiriman kontainer, detention dan demurrage merupakan dua biaya yang sering membingungkan pelaku logistik. Keduanya berkaitan dengan penggunaan kontainer melewati batas waktu yang ditentukan atau free time. Perbedaannya terutama terletak pada posisi kontainer ketika batas waktu tersebut terlewati. Apa Itu Demurrage?Demurrage adalah biaya yang dikenakan ketika kontainer masih berada di terminal atau pelabuhan setelah melewati batas free time. Contohnya, kontainer impor sudah selesai dibongkar dari kapal, tetapi belum dikeluarkan dari terminal sampai batas waktu yang diberikan shipping line berakhir. Kondisi tersebut dapat menimbulkan biaya demurrage. Sederhananya, kontainer masih di terminal dan melewati free time = demurrage. Apa Itu Detention?Detention adalah biaya yang dikenakan ketika kontainer sudah keluar dari terminal, tetapi belum dikembalikan kepada shipping line setelah melewati batas waktu yang ditentukan. Misalnya, kontainer sudah dibawa ke gudang consignee untuk proses bongkar barang. Jika kontainer terlambat dikembalikan ke depo sesuai batas waktu yang ditentukan, biaya detention dapat dikenakan.Sederhananya, kontainer sudah keluar terminal tetapi terlambat dikembalikan = detention. Kenapa Detention dan Demurrage Bisa Terjadi?Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kontainer melewati free time, mulai dari dokumen yang belum selesai, proses kepabeanan, keterlambatan trucking, hingga proses bongkar barang yang terlalu lama. Kurangnya koordinasi antara shipper, consignee, EMKL, trucking, terminal, dan shipping line juga dapat meningkatkan risiko keterlambatan. Karena itu, mengetahui batas free time dan jadwal pengambilan serta pengembalian kontainer menjadi bagian penting dalam pengelolaan biaya logistik. Bagaimana Menghindari Biaya Tambahan?Detention dan demurrage dapat diminimalkan dengan perencanaan yang lebih baik. Pastikan dokumen sudah dipersiapkan sebelum kontainer tiba, koordinasikan jadwal trucking, pantau status kontainer, dan ketahui dengan jelas kapan free time berakhir. Semakin cepat perusahaan mengetahui adanya potensi keterlambatan, semakin besar peluang untuk mengambil tindakan sebelum biaya tambahan muncul. KesimpulanDemurrage terjadi ketika kontainer masih berada di terminal setelah melewati free time, sedangkan detention terjadi ketika kontainer sudah keluar dari terminal tetapi terlambat dikembalikan. Memahami perbedaan keduanya penting bagi pelaku logistik karena biaya tersebut dapat menambah total biaya pengiriman apabila tidak dikelola dengan baik. Dengan koordinasi, perencanaan, dan pemantauan kontainer yang lebih baik, risiko detention dan demurrage dapat ditekan.

Copyright © 2026 PT. Maritim Digital Indonesia