MDI Logo

Insight Bisnis

Semua Artikel

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Kenapa Reposisi Kontainer Kosong Jadi Tantangan di Logistik Domestik?

Reposisi kontainer kosong merupakan tantangan klasik dalam logistik kontainer domestik Indonesia. Ketidakseimbangan arus barang antar wilayah membuat sebagian pelabuhan kelebihan kontainer, sementara pelabuhan lain justru kekurangan. Biaya reposisi kontainer kosong cukup tinggi karena tidak menghasilkan muatan. Selain itu, reposisi sangat bergantung pada jadwal kapal dan ketersediaan slot, sehingga sering kali tidak fleksibel. Penumpukan kontainer kosong juga dapat membebani yard pelabuhan dan mengurangi kapasitas operasional. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi menimbulkan kemacetan dan keterlambatan distribusi. Reposisi kontainer membutuhkan perencanaan matang, kolaborasi antar pelaku logistik, dan pemanfaatan data pergerakan kontainer. Tanpa itu, biaya logistik domestik akan terus sulit ditekan.

Article image
Edukasi Umum

Pentingnya VGM (Verified Gross Mass) dalam Pengiriman Kontainer Laut Domestik

Verified Gross Mass atau VGM adalah berat total kontainer beserta muatannya yang wajib diketahui sebelum kontainer diangkut oleh kapal. Dalam pengiriman domestik laut, VGM memiliki peran penting dalam keselamatan pelayaran. Berat kontainer yang tidak akurat dapat menyebabkan ketidakseimbangan kapal, meningkatkan risiko kecelakaan, dan mengganggu proses bongkar muat. Oleh karena itu, data VGM menjadi dasar penting dalam perencanaan penataan kontainer di atas kapal. Selain aspek keselamatan, VGM juga berdampak pada kelancaran operasional. Kontainer dengan data berat yang jelas dapat diproses lebih cepat di pelabuhan tanpa hambatan administrasi. Memahami dan menerapkan VGM dengan benar membantu menciptakan rantai logistik yang lebih tertib, aman, dan efisien. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pengirim, operator, dan penyedia jasa logistik.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Kenapa Program Tol Laut 2025 2026 Penting untuk Distribusi Kontainer ke Wilayah 3T

Program Tol Laut dirancang untuk memperkuat konektivitas logistik antar pulau, khususnya ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Melalui jalur laut yang terjadwal, distribusi kontainer menjadi lebih terjangkau dan terencana. Bagi wilayah 3T, Tol Laut membuka akses logistik yang sebelumnya sulit dicapai melalui jalur darat. Kontainer dapat menjangkau pelabuhan kecil dengan biaya yang lebih efisien dan waktu pengiriman yang lebih pasti.  Program ini juga membantu mengurangi ketimpangan harga barang antar wilayah. Dengan distribusi yang lebih lancar, pasokan kebutuhan pokok dan barang industri dapat terjaga secara berkelanjutan. Tol Laut bukan sekadar program transportasi, tetapi fondasi penting pemerataan ekonomi nasional. Keberlanjutan dan pemanfaatannya sangat menentukan masa depan logistik kontainer domestik Indonesia. Sumber image: https://www.cnbcindonesia.com/opini/20251120153805-14-687086/catatan-1-dekade-program-tol-laut-pemerintah

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Pertumbuhan Arus Petikemas 2025 Apa Artinya bagi Logistik Domestik dan Pelaku EMKL?

Tahun 2025 menunjukkan tren positif pada pertumbuhan arus petikemas di Indonesia. Peningkatan ini menandakan aktivitas perdagangan dan distribusi domestik yang semakin aktif melalui jalur laut. Bagi pelaku EMKL dan forwarder, pertumbuhan arus petikemas berarti meningkatnya peluang bisnis. Permintaan layanan trucking, penanganan kontainer, dan distribusi antarpulau ikut naik seiring bertambahnya volume barang. Namun, peningkatan volume juga membawa tantangan operasional. Kepadatan pelabuhan, keterbatasan depo, dan kebutuhan reposisi kontainer harus dikelola dengan lebih cermat agar tidak menimbulkan bottleneck. Momentum pertumbuhan ini perlu dimanfaatkan dengan peningkatan efisiensi, pemanfaatan teknologi, dan perencanaan kapasitas yang lebih baik. Pelaku logistik yang siap beradaptasi akan berada di posisi paling menguntungkan.

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Kenapa Asuransi Marine Cargo Penting di Tengah Bencana Sumatera 2025?

Bencana alam yang terjadi di Sumatera pada 2025 kembali mengingatkan bahwa pengiriman barang melalui laut memiliki risiko yang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Gangguan cuaca, banjir, dan kerusakan infrastruktur dapat berdampak langsung pada keselamatan kargo.  Asuransi marine cargo berfungsi sebagai perlindungan finansial ketika terjadi kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengangkutan. Dalam kondisi bencana, risiko meningkat tidak hanya di laut, tetapi juga saat bongkar muat dan pengiriman lanjutan di darat. Tanpa perlindungan asuransi, pemilik barang harus menanggung seluruh kerugian sendiri. Hal ini dapat berdampak besar pada arus kas dan keberlangsungan usaha, terutama untuk pengiriman bernilai tinggi atau volume besar. Dengan memiliki asuransi marine cargo yang tepat, pelaku logistik dan pemilik barang dapat meminimalkan dampak finansial akibat kejadian tak terduga. Di tengah kondisi alam yang semakin sulit diprediksi, asuransi bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar dalam logistik kontainer laut.

Article image
Edukasi Umum

Overstay & Demurrage: Dua Biaya yang Sering Bikin Pemborosan

Dalam logistik kontainer laut, istilah demurrage dan overstay sering muncul dan keduanya bisa menjadi penyebab “kebocoran” biaya besar jika tidak dikelola dengan baik. Demurrage dikenakan ketika kontainer tetap berada di pelabuhan melebihi batas waktu gratis (free time).Overstay terjadi ketika kontainer atau peti kemas tidak segera diambil atau dikembalikan sesuai jadwal, misalnya karena dokumen belum siap, koordinasi lambat, atau kekurangan armada trucking. Dampaknya bisa serius: biaya tambahan harian bisa membengkak, kontainer tertahan terlalu lama, dan distribusi barang tertunda sehingga mengganggu rantai pasok dan margin keuntungan. Untuk menghindarinya, penting melakukan perencanaan matang: dokumen harus dipersiapkan lebih awal, jadwal pengambilan dan pengiriman kontainer disesuaikan, dan armada trucking serta gudang penerima siap sejak dulu. Dengan manajemen yang baik, pemahaman terhadap free time, koordinasi antar pihak, dan persiapan sumber daya. Biaya demurrage dan overstay bisa ditekan seminimal mungkin. Ini penting agar logistik kontainer tetap efisien, andal, dan menguntungkan.

Article image
Trucking

Kenapa Lead Time Trucking Sering Tidak Akurat?

Dalam logistik kontainer domestik, trucking sering menjadi ujung tombak distribusi, tetapi lead time (waktu tempuh dan pengantaran) kerap meleset dari rencana. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh jarak, tetapi juga banyak faktor operasional yang sering terabaikan. Salah satu faktor utama adalah kemacetan di akses menuju pelabuhan, depo, atau kawasan industri yang biasanya padat pada jam dan hari tertentu. Antrean panjang kendaraan di gate pelabuhan juga dapat memperlama waktu tunggu. Selain itu, ketidaksiapan depo kontainer atau depot trucking dapat menimbulkan penundaan jika depo overload, alat bongkar-muat bermasalah, atau antrean penjemputan terlalu lama. Kekurangan driver berpengalaman serta kesalahan koordinasi internal seperti dokumen yang belum lengkap juga dapat membuat sopir terhambat dalam proses angkut atau pengembalian kontainer. Akibat berbagai kendala tersebut, estimasi lead time sering tidak akurat sehingga menimbulkan ketidakpastian jadwal distribusi, risiko denda, hingga keterlambatan ke pelanggan. Perusahaan perlu menyiapkan waktu buffer, memastikan koordinasi yang baik dengan pelabuhan, trucking, depot, dan penerima barang, serta melakukan monitoring secara berkelanjutan. Dengan memahami faktor-faktor ini, perusahaan dapat menyusun rencana distribusi yang lebih realistis, menghindari janji berlebihan kepada pelanggan, dan menjaga ketepatan layanan meski kondisi di lapangan sering berubah.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Tips Menghindari “Hidden Charges” dalam Pengiriman Kontainer Laut

Dalam pengiriman kontainer lewat laut, biaya tambahan tak terduga yang dikenal sebagai “hidden charges” bisa menjadi beban besar bagi shipper, EMKL, dan pengguna jasa logistik. Biaya ini sering muncul setelah kontrak disepakati sehingga total biaya menjadi jauh lebih tinggi dari perhitungan awal. Agar terhindar dari biaya tambahan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memperjelas incoterms dan kontrak sejak awal, termasuk siapa yang bertanggung jawab atas biaya pelabuhan, handling, biaya lokal, trucking, dan administrasi. Mintalah quotation yang komprehensif dengan rincian biaya freight, local charges, handling, biaya pihak ketiga, serta biaya pelabuhan asal dan tujuan agar tidak ada biaya tersembunyi. Periksa masa free time dan syarat pengambilan kontainer supaya tidak terkena biaya demurrage atau detention.  Pastikan juga akses trucking dan transportasi darat sudah jelas, terutama jika lokasi tujuan jauh, sulit dijangkau, atau memiliki regulasi khusus yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan. Gunakan forwarder atau EMKL yang memiliki reputasi transparan dan selalu memberikan breakdown biaya secara detail. Dengan praktik yang tepat, biaya pengiriman dapat direncanakan lebih realistis, margin perusahaan tetap terjaga, dan proses logistik laut menjadi lebih efisien serta minim risiko biaya tidak terduga.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Tips Efisien Mengelola Logistik Kontainer Domestik

Mengelola logistik kontainer domestik bukan sekadar angkut barang — melainkan soal strategi agar biaya tetap efisien dan operasi berjalan lancar. Berikut beberapa tips praktis: Pertama, rencanakan repositioning kontainer dengan baik. Artinya, jangan biarkan kontainer idle terlalu lama — putar kembali kontainer segera setelah digunakan agar tidak terjadi penumpukan atau kekurangan kontainer. Kedua, gunakan tracking digital — dengan sistem pelacakan kontainer (misalnya WMS, atau software internal) agar posisi dan status kontainer bisa dipantau real-time. Ini membantu mencegah kehilangan, tumpukan, atau keterlambatan tak terduga. Ketiga, bangun kemitraan jangka panjang dengan forwarder / pelayaran dan trucking. Kemitraan yang baik bisa memberi prioritas alokasi kontainer dan slot pengiriman, serta meringankan risiko di saat permintaan tinggi atau pasokan terbatas. Keempat, patuhi regulasi — misalnya muatan dan dimensi truk sesuai standar (hindari ODOL), gunakan kendaraan sesuai regulasi agar tidak terkena sanksi, denda, atau risiko kerusakan jalan. Dengan strategi ini, perusahaan bisa menjaga biaya operasional tetap Kompetitif, mengurangi risiko logistik, dan menjaga kesinambungan distribusi — terutama jika beroperasi di banyak rute domestik.

Copyright © 2025 PT. Maritim Digital Indonesia