Blog / Proyek Peningkatan Fasilitas Terminal Petikemas Makassar Resmi Dimulai
Proyek Peningkatan Fasilitas Terminal Petikemas Makassar Resmi Dimulai
Transformasi logistik laut di Kawasan Timur Indonesia terus berlanjut. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) secara resmi memulai proyek peningkatan fasilitas Terminal Petikemas Makassar (TPM) yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan bongkar muat peti kemas. Langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis nasional untuk memperkuat konektivitas dan daya saing pelabuhan di kawasan timur.
Proyek ini akan meningkatkan kapasitas terminal dari 1,2 juta TEUs menjadi 1,7 juta TEUs per tahun. Selain ekspansi fisik, Pelindo juga akan menambah dua unit ship-to-shore (STS) crane baru serta memperbarui sistem manajemen terminal berbasis Artificial Intelligence (AI). Dengan sistem ini, pergerakan kontainer, jadwal kapal, hingga produktivitas operator akan terpantau secara real-time.
Direktur Utama Pelindo menyebut bahwa proyek peningkatan TPM diharapkan menjadi tonggak efisiensi logistik nasional, mengingat Makassar berperan sebagai hub utama penghubung pelayaran domestik di kawasan timur. Selain itu, integrasi dengan sistem logistik nasional (Sislognas) akan memudahkan pertukaran data antar pelabuhan dan mempercepat layanan ekspor-impor.
Peningkatan fasilitas ini juga diproyeksikan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan efisiensi bongkar muat yang lebih tinggi, waktu sandar kapal bisa ditekan hingga 20%, sementara biaya logistik regional berpotensi turun secara signifikan. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi sektor industri dan perdagangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Transformasi Makassar New Port dan TPM menunjukkan bahwa Indonesia mulai menyeimbangkan pembangunan pelabuhan antara wilayah barat dan timur. Dengan penerapan teknologi modern dan sistem yang lebih terintegrasi, logistik laut nasional semakin siap bersaing di era global.
Sumber: Pelindo News Release, Kemenhub RI, 3 Oktober 2025.