MDI Logo

Blog / Apa Itu Hinterland dalam Logistik Pelabuhan?

https://api.maritimdigital.com/storage/landingpage/insight/176276715639617.png
Edukasi Umum

Apa Itu Hinterland dalam Logistik Pelabuhan?

Istilah hinterland sering digunakan dalam konteks logistik pelabuhan, tetapi banyak yang belum memahami pentingnya. Hinterland adalah wilayah daratan di sekitar pelabuhan yang menjadi sumber atau tujuan utama arus barang. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok memiliki hinterland hingga ke Karawang, Bekasi, dan sebagian Jawa Tengah.

 

Hinterland berfungsi sebagai pengumpul dan penyebar barang. Semakin besar dan produktif hinterland, semakin tinggi volume petikemas yang dikelola pelabuhan. Karena itu, pengembangan kawasan industri dan gudang logistik di area hinterland sangat berpengaruh terhadap kinerja pelabuhan.

 

Tantangan yang sering dihadapi adalah akses transportasi yang kurang memadai. Banyak hinterland yang belum terhubung dengan jalan tol atau rel kereta barang, sehingga waktu tempuh menjadi lama dan biaya logistik meningkat.

 

Solusi yang sedang ditempuh pemerintah antara lain pembangunan dry port dan integrasi sistem digital antar moda transportasi. Dengan sistem yang terhubung, distribusi barang dari hinterland ke pelabuhan bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

 

Sumber: Kemenhub RI, Pelindo Insight 2025.

Diterbitkan pada 10 November 2025

Yopi

Bagikan Artikel ini:

Insight Bisnis

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Bisnis Asuransi Marine Cargo Tumbuh, Didukung Kenaikan Ekspor Indonesia

Industri asuransi marine cargo menunjukkan pertumbuhan stabil seiring meningkatnya ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025. Dengan semakin tingginya volume pengiriman laut, kebutuhan akan perlindungan kargo meningkat pesat dan memperkuat posisi asuransi sebagai elemen penting dalam rantai pengiriman barang. Tren ini dipicu oleh aktivitas ekspor yang mencatat kenaikan signifikan, terutama dari sektor manufaktur, pertanian, dan komoditas olahan. Menurut laporan media ekonomi nasional pada November 2025, ekspor Indonesia tumbuh stabil, mendorong permintaan logistik laut dan secara langsung meningkatkan permintaan polis asuransi kargo. Para pelaku industri melihat adanya peningkatan kesadaran dari pemilik barang bahwa risiko di laut tidak bisa dihindari, mulai dari kerusakan fisik, kehilangan, hingga risiko cuaca ekstrem. Sektor marine cargo insurance juga mendapatkan keuntungan dari stabilnya tingkat klaim, yang menunjukkan perbaikan keselamatan pelayaran dan pengelolaan risiko di berbagai titik rantai pasok. Selain itu, digitalisasi proses klaim dan pemantauan pengiriman membuat industri ini semakin efisien dan menarik bagi pengirim barang. Dengan dukungan pertumbuhan ekspor dan pengiriman domestik, bisnis asuransi kargo laut diprediksi terus meningkat hingga akhir tahun. Industri ini akan memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan pelaku supply chain terhadap pengiriman laut yang aman dan terlindungi.

Article image
Edukasi Umum

Seberapa Penting EMKL dalam Rantai Pasok Logistik Laut?

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) adalah elemen yang sering tidak terlihat tetapi memegang peran vital dalam pengiriman kontainer. Tanpa EMKL, barang dari pabrik atau gudang tidak akan sampai ke kapal tepat waktu. Mereka adalah penghubung antara pemilik barang, trucking, depo kontainer, pelayaran, hingga pihak pelabuhan. Peran utama EMKL adalah mengurus dokumen penting seperti Shipping Instruction (SI), Delivery Order (DO), hingga koordinasi pengiriman kontainer ke terminal. Mereka memastikan jadwal kapal, ketersediaan trucking, dan administrasi bea cukai berjalan lancar. Kegagalan satu proses saja bisa menyebabkan keterlambatan atau biaya tambahan. Di era modern, banyak EMKL mulai mengadopsi layanan digital untuk mempermudah tracking, booking, dan konfirmasi jadwal. Sistem seperti ini memotong waktu komunikasi dan mengurangi risiko kesalahan manusia. Pelanggan pun bisa memantau status kontainer dengan lebih transparan. Tantangan terbesar EMKL adalah birokrasi dan kemacetan pelabuhan. Karena itu, kompetensi dan pengalaman EMKL sangat menentukan efisiensi logistik. Perusahaan yang memilih EMKL profesional akan terhindar dari longstay, demurrage, atau kehilangan slot kapal. Singkatnya, EMKL adalah urat nadi logistik laut. Mereka membuat rantai pasok bekerja tanpa henti dan menjaga barang sampai ke tujuan tepat waktu. Tanpa mereka, sistem logistik laut akan berjalan jauh lebih lambat dan mahal.

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Bisnis Asuransi Marine Cargo Tumbuh, Didukung Kenaikan Ekspor Indonesia

Kinerja ekspor Indonesia kembali menunjukkan tren positif pada pertengahan 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nasional naik sekitar 7,72% hingga Agustus 2025. Pertumbuhan ini bukan hanya berdampak pada sektor pelayaran dan logistik, tetapi juga meningkatkan permintaan terhadap layanan asuransi marine cargo. Seiring meningkatnya pengiriman barang lewat laut, pelaku industri semakin menyadari pentingnya perlindungan risiko. Banyak perusahaan manufaktur dan eksportir besar mulai memperketat standar keamanan logistik, termasuk menjadikan asuransi sebagai komponen wajib pengiriman. Hal ini membuat perusahaan asuransi optimistis terhadap pertumbuhan premi hingga akhir tahun 2025. Produk-produk ekspor seperti komoditas, minyak sawit, serta hasil olahan industri menjadi penyumbang terbesar permintaan asuransi. Selain itu, banyak forwarder dan EMKL kini menawarkan paket layanan terintegrasi dengan marine cargo insurance sebagai nilai tambah bagi pelanggan. Tren ini menunjukkan bahwa industri logistik Indonesia semakin matang. Kesadaran pasar terhadap risiko pengiriman meningkat, dan kolaborasi antara penyedia logistik dan perusahaan asuransi menjadi semakin kuat. Ke depan, digitalisasi proses klaim dan monitoring polis diprediksi mempercepat layanan serta meningkatkan transparansi. Sumber: KONTAN Insight, 10 Oktober 2025 – “Ekspor Naik, Bisnis Asuransi Marine Cargo Terus Bertumbuh”

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

5 Tips Memilih Asuransi Marine Cargo yang Tepat

Di dunia logistik laut, risiko tidak bisa dihindari. Mulai dari cuaca buruk, penanganan tidak tepat, kerusakan di pelabuhan, hingga kehilangan kontainer saat perjalanan. Karena itu, asuransi marine cargo bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari manajemen risiko logistik. Namun, masih banyak pelaku usaha yang memilih polis tanpa memahami detail cakupan dan manfaatnya. Tips pertama adalah memastikan sum insured mencakup nilai barang dan biaya pengiriman. Banyak kasus kerugian tidak terbayar penuh karena nilai pertanggungan tidak sesuai. Kedua, pahami cakupan risiko: apakah polis melindungi kerusakan fisik, kehilangan akibat pencurian, force majeure, atau keterlambatan pengiriman. Semakin lengkap cakupannya, semakin aman bisnis Anda. Ketiga, cek reputasi perusahaan asuransi. Produk murah tidak selalu aman jika proses klaim lambat atau berbelit. Pilih asuransi yang punya rekam jejak baik dan layanan klaim cepat. Keempat, pilih penyedia yang sudah mendukung sistem digital, seperti pelaporan klaim online dan pelacakan status klaim. Terakhir, jangan hanya bandingkan premi. Premi rendah dengan pengecualian banyak justru bisa merugikan. Yang terpenting adalah perlindungan menyeluruh sesuai kebutuhan barang dan rute pengiriman Anda. Dengan memilih asuransi yang tepat, bisnis bisa berjalan aman meski menghadapi risiko laut. Asuransi marine cargo adalah investasi perlindungan. Di tengah rantai pasok global yang kompleks, proteksi yang benar memberi ketenangan dan stabilitas bagi pemilik barang maupun operator logistik.

Article image
Edukasi Umum

Pemerintah Siapkan Peta Jalan Green Port Indonesia 2030

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar menuju sistem logistik laut yang lebih berkelanjutan. Melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah meluncurkan peta jalan atau roadmap Green Port Indonesia 2030 yang menargetkan implementasi pelabuhan ramah lingkungan di seluruh wilayah nusantara. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dari sektor maritim. Roadmap ini berfokus pada empat pilar utama: efisiensi energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, dan manajemen limbah pelabuhan. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Belawan, dan Bitung ditetapkan sebagai proyek percontohan. Di tahap awal, penerapan sistem shore power — yaitu suplai listrik langsung ke kapal saat bersandar — mulai diuji coba untuk menggantikan bahan bakar konvensional. Selain infrastruktur hijau, digitalisasi juga menjadi bagian penting dari program ini. Sistem monitoring energi berbasis IoT dan analisis data real-time akan membantu pelabuhan mengukur serta mengoptimalkan konsumsi energi. Dengan pendekatan ini, efisiensi operasional dapat dicapai tanpa mengorbankan produktivitas. Target pemerintah adalah 30% pelabuhan nasional beroperasi dengan standar Green Port pada tahun 2030. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menekan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia sebagai negara kepulauan yang berkomitmen terhadap ekonomi biru (blue economy). Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku industri logistik, konsep Green Port akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan maritim Indonesia.  Pelabuhan masa depan bukan hanya efisien dan digital, tapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sumber: Kemenhub RI, Antara News, Bisnis Indonesia (5 Oktober 2025).

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Reefer Container dan Kapan Harus Digunakan?

Dalam industri logistik laut, pengiriman barang dengan suhu terkendali menjadi semakin penting, terutama untuk sektor pangan, farmasi, dan ekspor hasil laut. Di sinilah peran reefer container — atau kontainer pendingin — menjadi sangat vital. Reefer container dirancang khusus untuk menjaga suhu tertentu selama proses pengiriman, baik di laut maupun darat. Reefer container mampu mengatur suhu antara -30°C hingga +30°C, menjadikannya ideal untuk pengiriman daging beku, ikan, buah, sayuran segar, hingga vaksin dan obat-obatan. Kontainer ini dilengkapi sistem pendingin otomatis yang terhubung dengan sumber daya kapal atau pelabuhan, dan dalam versi modernnya sudah memiliki fitur sensor digital untuk pemantauan suhu real-time. Dalam konteks ekspor Indonesia, reefer container menjadi salah satu pendorong utama daya saing produk. Negara tujuan seperti Jepang, Korea, dan Eropa menerapkan standar ketat terhadap rantai dingin (cold chain). Karena itu, penggunaan reefer container bukan hanya soal menjaga kualitas produk, tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Namun, biaya penggunaan reefer container memang lebih tinggi dibanding kontainer biasa. Oleh karena itu, perusahaan logistik biasanya menerapkan perencanaan khusus, mulai dari rotasi armada, waktu pengisian daya, hingga monitoring digital yang efisien agar biaya operasional tetap terkendali. Ke depan, pengembangan teknologi pendingin hemat energi dan integrasi data suhu berbasis cloud diharapkan membuat penggunaan reefer container semakin efisien. Bagi pelaku logistik maupun eksportir, memahami cara kerja dan manajemen reefer container adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas dan kepercayaan pasar global. Sumber: INSA, Maersk Reefer Operations 2025, Marine Insight.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Proyek Peningkatan Fasilitas Terminal Petikemas Makassar Resmi Dimulai

Transformasi logistik laut di Kawasan Timur Indonesia terus berlanjut. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) secara resmi memulai proyek peningkatan fasilitas Terminal Petikemas Makassar (TPM) yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan bongkar muat peti kemas. Langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis nasional untuk memperkuat konektivitas dan daya saing pelabuhan di kawasan timur. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas terminal dari 1,2 juta TEUs menjadi 1,7 juta TEUs per tahun. Selain ekspansi fisik, Pelindo juga akan menambah dua unit ship-to-shore (STS) crane baru serta memperbarui sistem manajemen terminal berbasis Artificial Intelligence (AI). Dengan sistem ini, pergerakan kontainer, jadwal kapal, hingga produktivitas operator akan terpantau secara real-time. Direktur Utama Pelindo menyebut bahwa proyek peningkatan TPM diharapkan menjadi tonggak efisiensi logistik nasional, mengingat Makassar berperan sebagai hub utama penghubung pelayaran domestik di kawasan timur. Selain itu, integrasi dengan sistem logistik nasional (Sislognas) akan memudahkan pertukaran data antar pelabuhan dan mempercepat layanan ekspor-impor. Peningkatan fasilitas ini juga diproyeksikan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan efisiensi bongkar muat yang lebih tinggi, waktu sandar kapal bisa ditekan hingga 20%, sementara biaya logistik regional berpotensi turun secara signifikan. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi sektor industri dan perdagangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Transformasi Makassar New Port dan TPM menunjukkan bahwa Indonesia mulai menyeimbangkan pembangunan pelabuhan antara wilayah barat dan timur. Dengan penerapan teknologi modern dan sistem yang lebih terintegrasi, logistik laut nasional semakin siap bersaing di era global. Sumber: Pelindo News Release, Kemenhub RI, 3 Oktober 2025.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Inovasi Logistik Laut – Masa Depan Otomasi dan Digital Twin

Industri logistik laut sedang berada di era transformasi besar. Teknologi otomasi dan konsep “Digital Twin” mulai diimplementasikan di berbagai pelabuhan dunia untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional. Digital Twin adalah model virtual yang mereplikasi aktivitas fisik pelabuhan secara real-time untuk analisis dan simulasi. Dengan teknologi ini, operator dapat memantau pergerakan crane, kontainer, dan kapal secara digital. Data dikumpulkan dari sensor IoT dan dianalisis oleh AI untuk memprediksi kemacetan, meminimalkan downtime, dan mengoptimalkan jadwal bongkar muat. Pelabuhan modern seperti Rotterdam dan Singapore telah membuktikan efektivitas sistem ini. Produktivitas meningkat hingga 30%, sementara konsumsi energi berkurang signifikan. Indonesia juga mulai mengadopsi pendekatan ini di beberapa pelabuhan utama, termasuk Tanjung Priok dan Makassar. Masa depan logistik laut akan bergantung pada kemampuan pelaku industri dalam memanfaatkan data dan teknologi. Kolaborasi antara pelabuhan, pelayaran, dan pemerintah menjadi fondasi untuk membangun sistem logistik laut yang adaptif dan berkelanjutan. Sumber: Port Technology International, UNCTAD 2025.

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Hinterland dalam Logistik Pelabuhan?

Istilah hinterland sering digunakan dalam konteks logistik pelabuhan, tetapi banyak yang belum memahami pentingnya. Hinterland adalah wilayah daratan di sekitar pelabuhan yang menjadi sumber atau tujuan utama arus barang. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok memiliki hinterland hingga ke Karawang, Bekasi, dan sebagian Jawa Tengah. Hinterland berfungsi sebagai pengumpul dan penyebar barang. Semakin besar dan produktif hinterland, semakin tinggi volume petikemas yang dikelola pelabuhan. Karena itu, pengembangan kawasan industri dan gudang logistik di area hinterland sangat berpengaruh terhadap kinerja pelabuhan. Tantangan yang sering dihadapi adalah akses transportasi yang kurang memadai. Banyak hinterland yang belum terhubung dengan jalan tol atau rel kereta barang, sehingga waktu tempuh menjadi lama dan biaya logistik meningkat. Solusi yang sedang ditempuh pemerintah antara lain pembangunan dry port dan integrasi sistem digital antar moda transportasi. Dengan sistem yang terhubung, distribusi barang dari hinterland ke pelabuhan bisa berjalan lebih cepat dan efisien. Sumber: Kemenhub RI, Pelindo Insight 2025.

Article image
Edukasi Umum

10 Faktor Penyebab Keterlambatan Kontainer

Keterlambatan kontainer adalah tantangan klasik dalam industri logistik laut. Dampaknya bisa sangat besar, mulai dari gangguan rantai pasok, pembengkakan biaya, hingga kerugian reputasi bagi penyedia jasa dan pengirim barang. Mengetahui penyebab utamanya adalah langkah pertama menuju solusi. Berikut beberapa faktor utama penyebab keterlambatan:1. Cuaca ekstrem.2. Dokumen ekspor-impor belum lengkap.3. Pergantian kapal & rute tidak sinkron.4. Kemacetan pelabuhan (YOR tinggi).5. Keterbatasan armada trucking.6. Gangguan sistem pelayaran / bea cukai.7. Serangan siber / data error.8. Penjadwalan vessel cut-off yang berubah.9. Kontainer kosong tidak tersedia.10. Kurangnya komunikasi antar pihak. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan logistik perlu menerapkan sistem pelacakan real-time, perencanaan kontinjensi, serta komunikasi aktif antar pemangku kepentingan. Teknologi berbasis AI kini mulai digunakan untuk memprediksi potensi keterlambatan dengan menganalisis data historis dan pola cuaca. Kunci utama adalah proaktivitas. Dengan perencanaan matang, fleksibilitas operasional, dan penggunaan data cerdas, risiko keterlambatan dapat diminimalkan tanpa mengorbankan efisiensi biaya. Sumber: Agung Logistics Report 2025, UNCTAD Maritime Review.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Krisis Kompetensi Sopir Logistik – Ancaman Efisiensi Nasional

Krisis kompetensi di kalangan sopir logistik kini menjadi isu serius yang berpotensi mengganggu kelancaran distribusi nasional. Sebagai ujung tombak transportasi darat, sopir berperan penting menghubungkan pelabuhan dengan hinterland dan pusat industri. Namun, kurangnya pelatihan formal membuat banyak sopir bekerja dengan jam panjang tanpa pemahaman keselamatan dan efisiensi. Riset Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyebutkan bahwa lebih dari 60% sopir belum memiliki sertifikasi profesi resmi. Akibatnya, angka kecelakaan dan keterlambatan distribusi meningkat signifikan. Selain itu, sistem jam kerja yang tidak manusiawi memperburuk kondisi fisik dan mental para sopir. Solusi utama adalah peningkatan pelatihan dan standarisasi kompetensi nasional. Pemerintah bersama asosiasi transportasi perlu menetapkan kurikulum keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan etika berkendara. Selain itu, penggunaan teknologi seperti GPS, sistem telematika, dan sensor kendaraan bisa membantu memantau perilaku sopir di lapangan. Industri logistik harus mulai menempatkan aspek SDM sebagai prioritas, bukan sekadar biaya operasional. Dengan sopir yang kompeten dan terlindungi, efisiensi logistik nasional akan meningkat, dan keselamatan di jalan pun lebih terjamin. Sumber: ALI, MetroTV News, Bisnis Indonesia 2025.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

EMKL – Urat Nadi Distribusi Laut di Indonesia

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) memegang peran sentral dalam memastikan barang dari pabrik atau gudang bisa sampai ke pelabuhan dan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Tanpa EMKL, logistik laut tidak akan berjalan lancar karena mereka adalah penghubung utama antara pengirim, pelayaran, dan pelabuhan. Tugas utama EMKL mencakup pengurusan dokumen seperti Shipping Instruction, Delivery Order, dan Bill of Lading. Mereka juga bertanggung jawab atas pengantaran kontainer ke pelabuhan dan memastikan semua proses sesuai jadwal kapal. Koordinasi dengan banyak pihak menuntut ketelitian dan pengalaman tinggi, terutama di pelabuhan besar seperti Tanjung Priok atau Tanjung Perak. Seiring berkembangnya digitalisasi, banyak EMKL kini mengadopsi sistem berbasis online untuk memudahkan pelanggan melakukan booking, tracking, dan pembayaran. Langkah ini tidak hanya mempercepat proses tetapi juga meningkatkan transparansi layanan. Namun, tantangan tetap ada. Persaingan harga yang ketat, birokrasi pelabuhan, serta fluktuasi biaya logistik membuat EMKL harus semakin inovatif. Kolaborasi dengan operator pelabuhan, pelayaran, dan pihak bea cukai menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisiensi. Dengan peran vitalnya, EMKL layak disebut sebagai urat nadi logistik laut Indonesia—mereka memastikan rantai pasok tetap hidup dan bergerak meski di tengah tantangan global yang terus berubah. Sumber: INSA, Asosiasi EMKL Indonesia, Kemenhub 2025.

Article image
Edukasi Umum

Cara Hemat Kirim Kontainer Domestik

Biaya logistik laut di Indonesia sering kali menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha. Namun dengan strategi yang cermat, biaya pengiriman dapat ditekan tanpa mengorbankan kecepatan dan keamanan. Mengelola ongkos kirim bukan hanya soal mencari tarif termurah, melainkan juga tentang efisiensi operasional dari awal hingga akhir. Langkah pertama yang paling efektif adalah melakukan konsolidasi muatan atau menggunakan sistem LCL (Less than Container Load) untuk barang dengan volume kecil. Dengan berbagi ruang kontainer bersama pengirim lain, biaya per unit barang bisa turun signifikan. Selain itu, pemilihan rute pelayaran reguler dengan jadwal tetap sering menawarkan harga lebih kompetitif dibandingkan layanan ekspres atau charter. Perencanaan waktu pengiriman juga penting. Hindari periode padat seperti menjelang liburan atau akhir tahun, di mana tarif logistik cenderung naik. Mengirim barang lebih awal bisa menghindarkan Anda dari tambahan biaya seperti storage, demurrage, atau longstay di pelabuhan.  Langkah berikutnya adalah memanfaatkan platform digital untuk membandingkan tarif antar pelayaran dan EMKL secara transparan. Banyak marketplace logistik kini menyediakan sistem pencarian dan pemesanan daring yang bisa menekan biaya negosiasi manual. Terakhir, selalu evaluasi kinerja logistik Anda. Gunakan data pengiriman sebelumnya untuk menentukan pola terbaik—mulai dari waktu paling efisien hingga mitra logistik paling andal. Efisiensi biaya bukanlah kebetulan, tapi hasil dari strategi yang terus disempurnakan.  Sumber: Pelindo Domestic Freight Report 2025, Freightos Market Data.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Flat Rack Container – Solusi Barang Oversize

Tidak semua barang bisa masuk ke kontainer standar. Untuk muatan berukuran besar seperti alat berat, mesin industri, atau pipa panjang, dibutuhkan jenis kontainer khusus yang disebut Flat Rack Container. Kontainer ini memiliki sisi terbuka di bagian samping dan atap, sehingga cocok untuk barang yang melampaui tinggi atau lebar standar. Flat Rack umumnya memiliki kapasitas hingga 40 ton dan tersedia dalam dua ukuran utama: 20 kaki dan 40 kaki. Dengan lantai baja yang diperkuat, barang dapat diikat menggunakan rantai atau tali pengaman untuk menjaga stabilitas selama perjalanan laut. Dalam banyak kasus, pengiriman dengan Flat Rack juga memerlukan izin khusus dan perhitungan muatan yang presisi.  Keunggulan utama Flat Rack adalah fleksibilitas. Barang dapat dimuat dari atas atau samping menggunakan crane atau forklift, mempermudah proses bongkar muat di pelabuhan. Selain itu, kontainer ini juga dapat dilipat (collapsible) saat tidak digunakan, sehingga efisien dalam penyimpanan.  Meskipun biayanya lebih tinggi dibanding kontainer standar, Flat Rack tetap menjadi pilihan utama untuk industri proyek, energi, dan manufaktur berat. Penggunaan yang tepat memastikan keamanan barang dan menghindari kerugian akibat kerusakan selama pengiriman. Sumber: Maersk Container Equipment Guide 2025, INSA Logistik Manual.

Article image
Edukasi Umum

Fakta Unik Kontainer di Dunia

Kontainer mungkin terlihat sederhana, tapi di balik bentuk logam kotaknya tersimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui. Saat ini, diperkirakan ada lebih dari 44 juta kontainer yang beroperasi di seluruh dunia, bergerak dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain setiap detiknya. Salah satu fakta unik adalah kontainer pertama di dunia dibuat dari baja daur ulang dan hanya berukuran 35 kaki. Kini, ukuran paling umum adalah 20 kaki dan 40 kaki. Kapal terbesar di dunia, MSC Irina, mampu mengangkut lebih dari 24.000 TEUs dalam satu perjalanan — setara dengan membawa lebih dari 400.000 ton barang. Menariknya, sekitar 10% dari total kontainer di dunia “hilang” setiap tahun, bukan karena dicuri, tetapi karena rusak, tenggelam, atau tersesat akibat badai di laut. Kontainer juga sering dimodifikasi menjadi rumah, kafe, hingga pusat data modern karena strukturnya kuat dan mudah diubah. Fakta lain yang tak kalah menarik: 95% perdagangan global bergantung pada kontainer laut. Artinya, hampir setiap barang yang kita gunakan dari pakaian, elektronik, hingga makanan, pernah melewati perjalanan dalam kontainer. Sumber: World Shipping Council, Marine Insight 2025.

Article image
Edukasi Umum

Sejarah Kontainerisasi Dunia

Perkembangan dunia logistik modern tidak bisa dilepaskan dari lahirnya sistem kontainerisasi. Sebelum adanya kontainer, barang dikirim secara manual menggunakan peti kayu, karung, atau tong, yang memerlukan waktu lama untuk bongkar muat.  Perubahan besar dimulai pada tahun 1956, ketika pengusaha asal Amerika Serikat bernama Malcolm McLean meluncurkan kapal SS Ideal X — kapal tanker yang dimodifikasi untuk membawa peti kemas logam standar. Dari sinilah revolusi logistik dunia dimulai. Kontainerisasi memperkenalkan konsep pengiriman terstandarisasi menggunakan peti kemas dengan ukuran dan sistem penguncian yang seragam. Standar ini kemudian diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), melahirkan ukuran 20 kaki dan 40 kaki (TEU & FEU) yang digunakan hingga kini. Inovasi ini memangkas waktu bongkar muat dari hitungan hari menjadi jam, menghemat biaya logistik hingga 80%, dan memungkinkan globalisasi perdagangan modern. Pada dekade 1970–1980-an, jaringan pelabuhan dunia mulai menyesuaikan diri. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat membangun terminal petikemas modern lengkap dengan crane khusus (gantry crane) dan sistem pelacakan kontainer. Di Asia, pelabuhan seperti Singapura dan Hong Kong berkembang pesat sebagai hub utama perdagangan global berkat efisiensi sistem kontainerisasi. Kini, lebih dari 90% barang di dunia dikirim menggunakan kontainer laut. Perusahaan pelayaran besar seperti Maersk Line, MSC, dan CMA CGM mengoperasikan ribuan kapal raksasa yang mampu mengangkut lebih dari 20.000 TEUs per perjalanan. Kontainerisasi tidak hanya mengubah dunia perdagangan, tetapi juga menciptakan jaringan global yang saling terhubung antarnegara. Transformasi ini menunjukkan bahwa efisiensi, standarisasi, dan kolaborasi adalah fondasi utama industri logistik modern. Tanpa kontainerisasi, rantai pasok global seperti yang kita kenal hari ini mungkin tidak akan pernah terbentuk. Sumber: World Shipping Council, UNCTAD Review of Maritime Transport 2025.

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Depo Container dan Mengapa Penting dalam Logistik Laut

Depo container adalah fasilitas penyimpanan dan perawatan peti kemas kosong yang menjadi bagian penting dari rantai logistik laut. Fungsinya bukan hanya tempat parkir kontainer, tapi juga pusat inspeksi, perbaikan, dan reposisi kontainer sebelum digunakan kembali. Di Indonesia, depo container tersebar di sekitar pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan Makassar. Depo berperan penting menjaga kelancaran arus petikemas agar tidak menumpuk di terminal pelabuhan. Sistem manajemen depo modern kini menggunakan teknologi RFID dan sistem manajemen berbasis cloud untuk pelacakan stok secara real-time. Tanpa pengelolaan depo yang baik, rantai logistik bisa terganggu — terutama saat terjadi ketidakseimbangan antara kontainer kosong dan kontainer berisi. Oleh karena itu, peran depo container menjadi semakin vital dalam mendukung efisiensi logistik nasional. Sumber: Pelindo Terminal Petikemas Report (2025) & INSA Logistik Handbook.

Article image
Tips & Trick

Tips Mengelola Biaya Logistik Laut

Biaya logistik laut sering menjadi komponen terbesar dalam rantai distribusi, terutama bagi bisnis yang bergantung pada pengiriman antarpulau. Namun dengan strategi yang tepat, biaya ini bisa ditekan tanpa mengorbankan kualitas layanan. Ada beberapa cara efektif untuk mengelola biaya logistik laut. Pertama, pastikan konsolidasi pengiriman. Dengan menggabungkan beberapa muatan dalam satu kontainer (LCL), biaya per unit barang bisa lebih hemat. Kedua, rencanakan jadwal pengiriman lebih awal untuk menghindari biaya tambahan akibat keterlambatan atau longstay. Ketiga, manfaatkan platform digital untuk membandingkan tarif pelayaran dan mendapatkan penawaran terbaik. Selain itu, penting juga menjalin hubungan jangka panjang dengan operator pelayaran atau EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut). Pelanggan tetap sering mendapatkan prioritas dan harga lebih baik. Dengan manajemen logistik yang cerdas, bisnis bisa menjaga efisiensi dan tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga global. Sumber: INSA & Pelindo Insight Report (2025).

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Asuransi Marine Cargo Tetap Stabil di Tengah Dinamika Global

Asuransi Marine Cargo adalah perlindungan penting dalam pengiriman barang lewat laut. Dengan asuransi ini, pemilik barang terlindungi dari risiko seperti kerusakan, kehilangan, atau kecelakaan kapal selama proses pengiriman. Di tengah kondisi global yang fluktuatif, industri asuransi kargo laut di Indonesia menunjukkan stabilitas yang cukup kuat. Stabilitas ini didorong oleh peningkatan kesadaran pelaku bisnis terhadap manajemen risiko serta kebijakan tarif yang lebih kompetitif. Meskipun terjadi kenaikan biaya logistik akibat ketegangan geopolitik dan harga bahan bakar, premi asuransi di Indonesia tetap relatif terkendali berkat sistem evaluasi risiko yang lebih baik dan dukungan reasuransi internasional. Banyak broker asuransi kini juga memanfaatkan platform digital untuk mempercepat klaim dan memperluas jangkauan layanan. Dengan tren ini, pelaku logistik dan eksportir semakin mudah mengakses perlindungan tanpa proses administrasi yang rumit. Stabilitas industri asuransi Marine Cargo ini menjadi penopang penting bagi rantai pasok laut Indonesia. Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), laporan triwulan II 2025.

Article image
Edukasi Umum

Kenapa Digitalisasi Penting dalam Logistik Kontainer?

Transformasi digital telah mengubah hampir semua sektor bisnis, termasuk logistik kontainer. Sistem manual yang dulu mengandalkan dokumen kertas kini tergantikan oleh platform digital yang mampu mempercepat, menghemat, dan meningkatkan akurasi setiap proses pengiriman. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mendesak. Dengan sistem digital, operator logistik dapat memantau posisi kontainer secara real-time, mengelola jadwal kapal, serta melakukan booking dan pembayaran online. Semua ini mengurangi risiko human error dan mempercepat waktu penyelesaian dokumen. Di sisi lain, pelanggan juga mendapatkan transparansi penuh terkait status pengiriman. Pemerintah Indonesia juga telah mendorong digitalisasi melalui program National Logistics Ecosystem (NLE), yang mengintegrasikan data antarinstansi bea cukai, pelabuhan, dan operator logistik. Dengan sistem ini, biaya logistik diharapkan turun dan daya saing global meningkat. Sumber: Kemenko Marves – National Logistics Ecosystem (2025).

Article image
Edukasi Umum

Jenis Kapal Logistik yang Umum Digunakan

Indonesia sebagai negara kepulauan bergantung besar pada transportasi laut. Dalam dunia logistik kontainer, kapal menjadi moda utama yang menentukan kecepatan dan efisiensi distribusi. Setiap jenis kapal logistik memiliki fungsi dan spesifikasi yang berbeda tergantung kebutuhan pengiriman. Jenis pertama adalah kapal kontainer (container ship), yang digunakan untuk mengangkut peti kemas dengan berbagai ukuran—umumnya 20 kaki (TEU) dan 40 kaki (FEU). Lalu ada kapal curah (bulk carrier) yang khusus mengangkut bahan mentah seperti semen, batubara, atau gandum. Untuk muatan cair seperti minyak, gas, atau bahan kimia, digunakan kapal tanker. Selain itu, kapal Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) digunakan untuk kendaraan dan kargo yang bisa digerakkan langsung ke dalam kapal. Di Indonesia, rute kapal logistik tersebar dari barat ke timur, menghubungkan pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Bitung, dan Sorong. Pemilihan jenis kapal yang tepat akan menentukan biaya dan waktu pengiriman, dua faktor penting dalam menjaga daya saing logistik laut nasional. Sumber: Kementerian Perhubungan RI & INSA (Ikatan Nasional Shipowners Association).

Article image
Edukasi Umum

Baru Terjun ke Dunia Logistik? Wajib Paham Ini

Dunia logistik adalah tulang punggung dari hampir seluruh kegiatan ekonomi. Tanpa logistik, barang tidak akan sampai dari produsen ke konsumen. Bagi Anda yang baru terjun ke dunia ini, memahami dasar-dasarnya sangat penting agar tidak tersesat di tengah kompleksitas rantai pasok. Logistik bukan hanya soal pengiriman barang, tapi juga bagaimana mengatur aliran informasi, modal, dan layanan agar seluruh proses berjalan efisien. Secara umum, logistik terdiri dari beberapa komponen utama: transportasi, pergudangan, manajemen inventori, dan sistem informasi. Di sektor laut, pengiriman kontainer menjadi salah satu komponen paling krusial. Sistem ini memungkinkan barang dikirim dalam volume besar dengan biaya yang lebih hemat, terutama untuk distribusi antarwilayah di Indonesia yang berciri kepulauan. Namun, logistik laut juga memiliki tantangan tersendiri, seperti waktu transit yang lama, keterbatasan pelabuhan, serta fluktuasi tarif pengiriman. Oleh karena itu, pelaku logistik modern perlu menguasai teknologi digital untuk pelacakan kontainer, e-booking, dan analisis biaya. Dengan pemahaman ini, pelaku baru dapat bersaing di tengah transformasi logistik nasional.

Article image
Edukasi Umum

Digitalisasi: Kunci Masa Depan Logistik Kontainer di Indonesia

Di tengah kompleksitas rantai pasok dan tantangan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, digitalisasi dalam logistik kontainer bukan lagi sekadar tren—melainkan kebutuhan. Banyak perusahaan logistik masih bergantung pada proses manual yang rawan human error, lambat dalam pelacakan barang, dan penuh tumpukan dokumen fisik. Semua ini berdampak langsung pada efisiensi biaya, kecepatan layanan, dan kepuasan pelanggan. Digitalisasi hadir sebagai solusi untuk menyatukan semua proses ke dalam sistem yang terintegrasi. Melalui teknologi seperti dashboard operasional real-time, pelacakan kontainer berbasis data, dan otomatisasi dokumen pengiriman, pelaku logistik kini dapat mengelola alur kerja secara lebih cepat, akurat, dan transparan. Sistem ini juga memudahkan manajemen untuk memantau kinerja tim, mengevaluasi proses, dan mengambil keputusan berbasis data. Hasilnya? Waktu pengiriman lebih terkontrol, biaya operasional berkurang, dan risiko kesalahan menurun drastis. Pelanggan pun mendapatkan layanan yang lebih konsisten dan dapat diandalkan. Tak hanya itu, digitalisasi juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara pelaku logistik, pelabuhan, dan regulator—menciptakan ekosistem logistik yang lebih kuat dan efisien. Untuk Indonesia, transformasi digital dalam logistik bukan hanya berdampak pada peningkatan daya saing nasional, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendukung pemerataan ekonomi antarwilayah. Karena itu, perusahaan yang mengadopsi teknologi lebih awal memiliki keunggulan strategis untuk bertumbuh di pasar yang semakin kompetitif.

Article image
Edukasi Umum

Sejarah Singkat Logistik Kontainer di Indonesia

Logistik kontainer di Indonesia mulai berkembang pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, saat perdagangan internasional dan kebutuhan efisiensi distribusi antar pulau mulai meningkat tajam. Sebelum itu, proses pengiriman barang dilakukan secara curah atau menggunakan kemasan tidak standar, seperti peti kayu atau karung, yang membuat proses bongkar muat lambat dan rawan kerusakan. Pengenalan sistem kontainerisasi mengubah lanskap pelabuhan secara drastis. Pelabuhan utama mulai membangun fasilitas container yard (CY), crane khusus kontainer, dan sistem administrasi pengangkutan terstandarisasi. Proses distribusi barang menjadi lebih cepat dan efisien, serta memungkinkan konektivitas lintas moda seperti truk, kapal, dan kereta tanpa memindahkan isi barang dari satu kemasan ke kemasan lain. Dalam dua dekade berikutnya, penggunaan kontainer tidak lagi terbatas pada ekspor-impor saja, tetapi juga untuk pengiriman antarpulau dalam negeri. Meski masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan fasilitas pelabuhan dan mahalnya biaya logistik di luar Jawa, sistem kontainerisasi telah menjadi tulang punggung distribusi nasional dan fondasi sistem logistik modern Indonesia saat ini. Sumber referensi:Indonesia National Single Window (INSW), “Sejarah Kontainerisasi di Indonesia”, 2020Jurnal Transportasi & Logistik, Vol. 15 No. 2, Institut Transportasi & Maritim, 2021Pelindo.co.id – Sejarah Penggunaan Petikemas di Indonesia

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Logistik Kontainer: Tulang Punggung Distribusi Barang di Indonesia

Di tengah geografis Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, logistik kontainer menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran distribusi barang antarwilayah. Sistem ini memungkinkan pengangkutan barang secara masif, efisien, dan lebih aman—terutama untuk jalur laut yang menjadi andalan konektivitas nasional.Kontainerisasi tidak hanya mempercepat proses bongkar muat di pelabuhan, tetapi juga menyederhanakan rantai pasok dari hulu ke hilir. Barang yang dikemas dalam unit kontainer bisa langsung dipindahkan ke truk, kereta, atau kapal lain tanpa harus dibongkar, sehingga waktu dan biaya distribusi menjadi jauh lebih efisien.Namun, tantangan masih membayangi industri ini, mulai dari ketimpangan infrastruktur antara barat dan timur, keterbatasan fasilitas di pelabuhan kecil, hingga kebutuhan digitalisasi sistem pelacakan dan manajemen kontainer. Dalam banyak kasus, kontainer terlambat kembali atau tidak dapat ditelusuri secara akurat, yang berujung pada biaya tambahan.Pemerintah dan pelaku industri saat ini terus mendorong peningkatan kapasitas pelabuhan, modernisasi peralatan bongkar muat, serta adopsi teknologi untuk memantau pergerakan kontainer secara real-time. Dengan dukungan sistem logistik nasional yang lebih cerdas dan terintegrasi, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing maritim di Asia Tenggara.Melalui pengelolaan logistik kontainer yang efisien dan adil, bukan tidak mungkin ketimpangan ekonomi antarwilayah bisa dipersempit—membuka akses pasar baru, menurunkan harga barang, dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh negeri.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Transformasi Pelabuhan oleh Pelindo: Menuju Ketahanan Logistik Nasional.

Pelindo terus mendorong transformasi besar-besaran dalam manajemen pelabuhan dengan fokus pada efisiensi dan digitalisasi. Transformasi ini diarahkan untuk mendukung ketahanan logistik nasional, khususnya dalam menyongsong program swasembada pangan dan hilirisasi industri. Contoh keberhasilan nyata terjadi di Pelabuhan Sorong, Papua Barat, yang berhasil memangkas waktu sandar kapal dari 72 jam menjadi hanya 24 jam berkat perbaikan sistem operasional. Selain itu, produktivitas bongkar muat meningkat dari 17 box per ship per hour (BSH) menjadi 30 BSH. Inisiatif ini menandai pentingnya modernisasi pelabuhan sebagai tulang punggung rantai pasok nasional, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam kancah global. Artikel ini disadur dari publikasi resmi di Kilas BUMN Kompas yang menyoroti capaian Pelindo dalam digitalisasi pelabuhan.

Article image
Edukasi Umum

Glosarium Penting: 7 Istilah Wajib Dunia Logistik Kontainer Laut.

Industri logistik kontainer domestik Indonesia terus berkembang, didorong oleh pertumbuhan e-commerce, ekspor produk UMKM, hingga distribusi antarpulau. Untuk pelaku usaha, memahami istilah-istilah utama dalam pengangkutan laut sangat penting agar tidak salah langkah dalam proses pengiriman. Berikut 7 istilah yang wajib dipahami jika Anda bergerak di bidang logistik kontainer domestik di Indonesia:1. Feeder PortPelabuhan kecil atau menengah yang menjadi penghubung ke pelabuhan utama. Di Indonesia, pelabuhan seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan adalah pelabuhan utama, sedangkan pelabuhan seperti Bitung, Kupang, atau Ternate sering berperan sebagai feeder. 2. Shipping Instruction (SI)Dokumen atau data digital yang berisi perintah dari shipper kepada perusahaan pelayaran mengenai rincian pengiriman barang. Di logistik domestik, SI umumnya dikirimkan melalui sistem e-booking dan digunakan sebagai dasar pembuatan dokumen pengapalan seperti B/L (Bill of Lading). 3. Stuffing / StrippingStuffing: Proses memasukkan barang ke dalam kontainer.Stripping: Proses mengeluarkan barang dari kontainer.Keduanya umum dilakukan di depo kontainer atau pelabuhan, terutama saat barang diangkut antarpulau seperti dari Surabaya ke Makassar. 4. Free Time & DemurrageFree Time: Waktu bebas biaya yang diberikan oleh pelayaran untuk menyimpan kontainer di pelabuhan atau depo.Demurrage: Biaya denda jika kontainer tidak dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.Penting bagi pelaku logistik domestik untuk memperhitungkan jadwal dengan akurat agar tidak terkena denda tambahan. 5. Domestic BL (Bill of Lading)Surat muatan resmi untuk pengiriman laut domestik. Meskipun bukan dokumen kepemilikan seketat BL internasional, BL domestik tetap digunakan sebagai dasar klaim dan pelacakan pengiriman di pelayaran dalam negeri. 6. CabotageAturan di mana pengangkutan barang antarwilayah Indonesia wajib dilakukan oleh kapal berbendera Indonesia. Kebijakan ini mendukung pertumbuhan industri pelayaran nasional dan berlaku untuk seluruh pengiriman kontainer domestik. 7. VGM (Verified Gross Mass)Berat total kontainer (barang + kontainernya) yang wajib diverifikasi sebelum muat ke kapal. Di Indonesia, aturan ini juga diberlakukan untuk menjaga stabilitas dan keselamatan pengangkutan laut, meski lebih populer dalam konteks ekspor. Memahami istilah-istilah ini membantu pengusaha, eksporter, maupun operator logistik untuk bekerja lebih efisien dan menghindari kesalahan prosedur yang bisa menyebabkan biaya tambahan.

Copyright © 2025 PT. Maritim Digital Indonesia