Blog / Kenapa Lead Time Trucking Sering Tidak Akurat?
Kenapa Lead Time Trucking Sering Tidak Akurat?
Dalam logistik kontainer domestik, trucking sering menjadi ujung tombak distribusi, tetapi lead time (waktu tempuh dan pengantaran) kerap meleset dari rencana. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh jarak, tetapi juga banyak faktor operasional yang sering terabaikan. Salah satu faktor utama adalah kemacetan di akses menuju pelabuhan, depo, atau kawasan industri yang biasanya padat pada jam dan hari tertentu. Antrean panjang kendaraan di gate pelabuhan juga dapat memperlama waktu tunggu. Selain itu, ketidaksiapan depo kontainer atau depot trucking dapat menimbulkan penundaan jika depo overload, alat bongkar-muat bermasalah, atau antrean penjemputan terlalu lama. Kekurangan driver berpengalaman serta kesalahan koordinasi internal seperti dokumen yang belum lengkap juga dapat membuat sopir terhambat dalam proses angkut atau pengembalian kontainer.
Akibat berbagai kendala tersebut, estimasi lead time sering tidak akurat sehingga menimbulkan ketidakpastian jadwal distribusi, risiko denda, hingga keterlambatan ke pelanggan. Perusahaan perlu menyiapkan waktu buffer, memastikan koordinasi yang baik dengan pelabuhan, trucking, depot, dan penerima barang, serta melakukan monitoring secara berkelanjutan.
Dengan memahami faktor-faktor ini, perusahaan dapat menyusun rencana distribusi yang lebih realistis, menghindari janji berlebihan kepada pelanggan, dan menjaga ketepatan layanan meski kondisi di lapangan sering berubah.