MDI Logo

Blog / Pentingnya VGM (Verified Gross Mass) dalam Pengiriman Kontainer Laut Domestik

https://api.maritimdigital.com/storage/landingpage/insight/176628215559607.png
Edukasi Umum

Pentingnya VGM (Verified Gross Mass) dalam Pengiriman Kontainer Laut Domestik

Verified Gross Mass atau VGM adalah berat total kontainer beserta muatannya yang wajib diketahui sebelum kontainer diangkut oleh kapal. Dalam pengiriman domestik laut, VGM memiliki peran penting dalam keselamatan pelayaran.

 

Berat kontainer yang tidak akurat dapat menyebabkan ketidakseimbangan kapal, meningkatkan risiko kecelakaan, dan mengganggu proses bongkar muat. Oleh karena itu, data VGM menjadi dasar penting dalam perencanaan penataan kontainer di atas kapal.

 

Selain aspek keselamatan, VGM juga berdampak pada kelancaran operasional. Kontainer dengan data berat yang jelas dapat diproses lebih cepat di pelabuhan tanpa hambatan administrasi.

 

Memahami dan menerapkan VGM dengan benar membantu menciptakan rantai logistik yang lebih tertib, aman, dan efisien. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pengirim, operator, dan penyedia jasa logistik.

Diterbitkan pada 21 December 2025

Yopi

Bagikan Artikel ini:

Insight Bisnis

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Kenapa Reposisi Kontainer Kosong Jadi Tantangan di Logistik Domestik?

Reposisi kontainer kosong merupakan tantangan klasik dalam logistik kontainer domestik Indonesia. Ketidakseimbangan arus barang antar wilayah membuat sebagian pelabuhan kelebihan kontainer, sementara pelabuhan lain justru kekurangan. Biaya reposisi kontainer kosong cukup tinggi karena tidak menghasilkan muatan. Selain itu, reposisi sangat bergantung pada jadwal kapal dan ketersediaan slot, sehingga sering kali tidak fleksibel. Penumpukan kontainer kosong juga dapat membebani yard pelabuhan dan mengurangi kapasitas operasional. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi menimbulkan kemacetan dan keterlambatan distribusi. Reposisi kontainer membutuhkan perencanaan matang, kolaborasi antar pelaku logistik, dan pemanfaatan data pergerakan kontainer. Tanpa itu, biaya logistik domestik akan terus sulit ditekan.

Article image
Edukasi Umum

Pentingnya VGM (Verified Gross Mass) dalam Pengiriman Kontainer Laut Domestik

Verified Gross Mass atau VGM adalah berat total kontainer beserta muatannya yang wajib diketahui sebelum kontainer diangkut oleh kapal. Dalam pengiriman domestik laut, VGM memiliki peran penting dalam keselamatan pelayaran. Berat kontainer yang tidak akurat dapat menyebabkan ketidakseimbangan kapal, meningkatkan risiko kecelakaan, dan mengganggu proses bongkar muat. Oleh karena itu, data VGM menjadi dasar penting dalam perencanaan penataan kontainer di atas kapal. Selain aspek keselamatan, VGM juga berdampak pada kelancaran operasional. Kontainer dengan data berat yang jelas dapat diproses lebih cepat di pelabuhan tanpa hambatan administrasi. Memahami dan menerapkan VGM dengan benar membantu menciptakan rantai logistik yang lebih tertib, aman, dan efisien. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pengirim, operator, dan penyedia jasa logistik.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Kenapa Program Tol Laut 2025 2026 Penting untuk Distribusi Kontainer ke Wilayah 3T

Program Tol Laut dirancang untuk memperkuat konektivitas logistik antar pulau, khususnya ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Melalui jalur laut yang terjadwal, distribusi kontainer menjadi lebih terjangkau dan terencana. Bagi wilayah 3T, Tol Laut membuka akses logistik yang sebelumnya sulit dicapai melalui jalur darat. Kontainer dapat menjangkau pelabuhan kecil dengan biaya yang lebih efisien dan waktu pengiriman yang lebih pasti.  Program ini juga membantu mengurangi ketimpangan harga barang antar wilayah. Dengan distribusi yang lebih lancar, pasokan kebutuhan pokok dan barang industri dapat terjaga secara berkelanjutan. Tol Laut bukan sekadar program transportasi, tetapi fondasi penting pemerataan ekonomi nasional. Keberlanjutan dan pemanfaatannya sangat menentukan masa depan logistik kontainer domestik Indonesia. Sumber image: https://www.cnbcindonesia.com/opini/20251120153805-14-687086/catatan-1-dekade-program-tol-laut-pemerintah

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Pertumbuhan Arus Petikemas 2025 Apa Artinya bagi Logistik Domestik dan Pelaku EMKL?

Tahun 2025 menunjukkan tren positif pada pertumbuhan arus petikemas di Indonesia. Peningkatan ini menandakan aktivitas perdagangan dan distribusi domestik yang semakin aktif melalui jalur laut. Bagi pelaku EMKL dan forwarder, pertumbuhan arus petikemas berarti meningkatnya peluang bisnis. Permintaan layanan trucking, penanganan kontainer, dan distribusi antarpulau ikut naik seiring bertambahnya volume barang. Namun, peningkatan volume juga membawa tantangan operasional. Kepadatan pelabuhan, keterbatasan depo, dan kebutuhan reposisi kontainer harus dikelola dengan lebih cermat agar tidak menimbulkan bottleneck. Momentum pertumbuhan ini perlu dimanfaatkan dengan peningkatan efisiensi, pemanfaatan teknologi, dan perencanaan kapasitas yang lebih baik. Pelaku logistik yang siap beradaptasi akan berada di posisi paling menguntungkan.

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Kenapa Asuransi Marine Cargo Penting di Tengah Bencana Sumatera 2025?

Bencana alam yang terjadi di Sumatera pada 2025 kembali mengingatkan bahwa pengiriman barang melalui laut memiliki risiko yang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Gangguan cuaca, banjir, dan kerusakan infrastruktur dapat berdampak langsung pada keselamatan kargo.  Asuransi marine cargo berfungsi sebagai perlindungan finansial ketika terjadi kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengangkutan. Dalam kondisi bencana, risiko meningkat tidak hanya di laut, tetapi juga saat bongkar muat dan pengiriman lanjutan di darat. Tanpa perlindungan asuransi, pemilik barang harus menanggung seluruh kerugian sendiri. Hal ini dapat berdampak besar pada arus kas dan keberlangsungan usaha, terutama untuk pengiriman bernilai tinggi atau volume besar. Dengan memiliki asuransi marine cargo yang tepat, pelaku logistik dan pemilik barang dapat meminimalkan dampak finansial akibat kejadian tak terduga. Di tengah kondisi alam yang semakin sulit diprediksi, asuransi bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar dalam logistik kontainer laut.

Article image
Edukasi Umum

Overstay & Demurrage: Dua Biaya yang Sering Bikin Pemborosan

Dalam logistik kontainer laut, istilah demurrage dan overstay sering muncul dan keduanya bisa menjadi penyebab “kebocoran” biaya besar jika tidak dikelola dengan baik. Demurrage dikenakan ketika kontainer tetap berada di pelabuhan melebihi batas waktu gratis (free time).Overstay terjadi ketika kontainer atau peti kemas tidak segera diambil atau dikembalikan sesuai jadwal, misalnya karena dokumen belum siap, koordinasi lambat, atau kekurangan armada trucking. Dampaknya bisa serius: biaya tambahan harian bisa membengkak, kontainer tertahan terlalu lama, dan distribusi barang tertunda sehingga mengganggu rantai pasok dan margin keuntungan. Untuk menghindarinya, penting melakukan perencanaan matang: dokumen harus dipersiapkan lebih awal, jadwal pengambilan dan pengiriman kontainer disesuaikan, dan armada trucking serta gudang penerima siap sejak dulu. Dengan manajemen yang baik, pemahaman terhadap free time, koordinasi antar pihak, dan persiapan sumber daya. Biaya demurrage dan overstay bisa ditekan seminimal mungkin. Ini penting agar logistik kontainer tetap efisien, andal, dan menguntungkan.

Article image
Trucking

Kenapa Lead Time Trucking Sering Tidak Akurat?

Dalam logistik kontainer domestik, trucking sering menjadi ujung tombak distribusi, tetapi lead time (waktu tempuh dan pengantaran) kerap meleset dari rencana. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh jarak, tetapi juga banyak faktor operasional yang sering terabaikan. Salah satu faktor utama adalah kemacetan di akses menuju pelabuhan, depo, atau kawasan industri yang biasanya padat pada jam dan hari tertentu. Antrean panjang kendaraan di gate pelabuhan juga dapat memperlama waktu tunggu. Selain itu, ketidaksiapan depo kontainer atau depot trucking dapat menimbulkan penundaan jika depo overload, alat bongkar-muat bermasalah, atau antrean penjemputan terlalu lama. Kekurangan driver berpengalaman serta kesalahan koordinasi internal seperti dokumen yang belum lengkap juga dapat membuat sopir terhambat dalam proses angkut atau pengembalian kontainer. Akibat berbagai kendala tersebut, estimasi lead time sering tidak akurat sehingga menimbulkan ketidakpastian jadwal distribusi, risiko denda, hingga keterlambatan ke pelanggan. Perusahaan perlu menyiapkan waktu buffer, memastikan koordinasi yang baik dengan pelabuhan, trucking, depot, dan penerima barang, serta melakukan monitoring secara berkelanjutan. Dengan memahami faktor-faktor ini, perusahaan dapat menyusun rencana distribusi yang lebih realistis, menghindari janji berlebihan kepada pelanggan, dan menjaga ketepatan layanan meski kondisi di lapangan sering berubah.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Tips Menghindari “Hidden Charges” dalam Pengiriman Kontainer Laut

Dalam pengiriman kontainer lewat laut, biaya tambahan tak terduga yang dikenal sebagai “hidden charges” bisa menjadi beban besar bagi shipper, EMKL, dan pengguna jasa logistik. Biaya ini sering muncul setelah kontrak disepakati sehingga total biaya menjadi jauh lebih tinggi dari perhitungan awal. Agar terhindar dari biaya tambahan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memperjelas incoterms dan kontrak sejak awal, termasuk siapa yang bertanggung jawab atas biaya pelabuhan, handling, biaya lokal, trucking, dan administrasi. Mintalah quotation yang komprehensif dengan rincian biaya freight, local charges, handling, biaya pihak ketiga, serta biaya pelabuhan asal dan tujuan agar tidak ada biaya tersembunyi. Periksa masa free time dan syarat pengambilan kontainer supaya tidak terkena biaya demurrage atau detention.  Pastikan juga akses trucking dan transportasi darat sudah jelas, terutama jika lokasi tujuan jauh, sulit dijangkau, atau memiliki regulasi khusus yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan. Gunakan forwarder atau EMKL yang memiliki reputasi transparan dan selalu memberikan breakdown biaya secara detail. Dengan praktik yang tepat, biaya pengiriman dapat direncanakan lebih realistis, margin perusahaan tetap terjaga, dan proses logistik laut menjadi lebih efisien serta minim risiko biaya tidak terduga.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Tips Efisien Mengelola Logistik Kontainer Domestik

Mengelola logistik kontainer domestik bukan sekadar angkut barang — melainkan soal strategi agar biaya tetap efisien dan operasi berjalan lancar. Berikut beberapa tips praktis: Pertama, rencanakan repositioning kontainer dengan baik. Artinya, jangan biarkan kontainer idle terlalu lama — putar kembali kontainer segera setelah digunakan agar tidak terjadi penumpukan atau kekurangan kontainer. Kedua, gunakan tracking digital — dengan sistem pelacakan kontainer (misalnya WMS, atau software internal) agar posisi dan status kontainer bisa dipantau real-time. Ini membantu mencegah kehilangan, tumpukan, atau keterlambatan tak terduga. Ketiga, bangun kemitraan jangka panjang dengan forwarder / pelayaran dan trucking. Kemitraan yang baik bisa memberi prioritas alokasi kontainer dan slot pengiriman, serta meringankan risiko di saat permintaan tinggi atau pasokan terbatas. Keempat, patuhi regulasi — misalnya muatan dan dimensi truk sesuai standar (hindari ODOL), gunakan kendaraan sesuai regulasi agar tidak terkena sanksi, denda, atau risiko kerusakan jalan. Dengan strategi ini, perusahaan bisa menjaga biaya operasional tetap Kompetitif, mengurangi risiko logistik, dan menjaga kesinambungan distribusi — terutama jika beroperasi di banyak rute domestik.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Kelangkaan Kontainer di Kawasan Timur

Distribusi kontainer di Indonesia masih menunjukkan ketimpangan signifikan: banyak kontainer terkonsentrasi di pusat industri dan pelabuhan di Indonesia bagian barat, sedangkan kawasan timur sering kekurangan. Dampaknya, pengiriman barang ke timur jadi sulit dan biaya logistik melonjak.Kelangkaan kontainer membuat arus distribusi antarpulau menjadi tersendat — terutama bagi pelaku usaha, EMKL, dan pelayaran lokal yang bergantung pada kontainer domestik. Hal ini bisa menghambat pasokan kebutuhan pokok atau barang industri ke wilayah timur.Situasi ini menunjukkan bahwa rantai pasok nasional belum merata — dan infrastruktur distribusi perlu diperkuat agar logistik ke seluruh wilayah Indonesia bisa berjalan lebih stabil. Untuk itu, perlu strategi alokasi kontainer, peningkatan kapasitas kapal, dan program distribusi yang adil.Bagi perusahaan di wilayah luar pusat industri, penting untuk merencanakan kapan dan bagaimana mendapatkan kontainer — termasuk mempertimbangkan fleksibilitas jadwal dan bekerja sama dengan forwarder/pelayaran yang punya akses distribusi luas. Dengan kesadaran kolektif dan perbaikan sistem logistik nasional, kelangkaan ini bisa diatasi — mendekatkan pemerataan distribusi dan mendukung konektivitas antarpulau secara berkelanjutan.

Article image
Edukasi Umum

Kenapa Truk ODOL Dilarang? Ini Bahayanya untuk Logistik & Keselamatan

Truk yang melebihi batas dimensi atau muatan, dikenal sebagai ODOL (Over Dimension Over Load), telah menjadi momok bagi infrastruktur dan keselamatan transportasi di Indonesia. Pemerintah menyatakan bahwa kerugian akibat kerusakan jalan yang ditimbulkan oleh ODOL bisa mencapai Rp 43,4 triliun per tahun.Selain kerugian bagi negara, keberadaan ODOL juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kontrol roda dan rem dapat terganggu jika muatan berlebih, sehingga truk lebih sulit dikendalikan dan membahayakan sopir maupun pengguna jalan lain.Tidak hanya itu, jalan dan jembatan yang terus dilewati kendaraan ODOL akan lebih cepat rusak. Artinya, biaya pemeliharaan infrastruktur menjadi besar dan berdampak pada seluruh sektor logistik serta transportasi nasional.Dengan beban biaya besar dan risiko tinggi tersebut, kebijakan “zero ODOL” menjadi langkah krusial untuk menjaga jalan dan jembatan tetap layak digunakan serta menjamin keselamatan dan kelancaran rantai pasok nasional.Untuk mewujudkan ekosistem logistik yang lebih aman dan berkelanjutan, penting bagi pelaku usaha termasuk pengirim barang, perusahaan trucking, dan EMKL untuk memastikan muatan sesuai standar. Transparansi dan kontrol muatan sejak awal akan membantu menghindari kerugian besar dan menjaga kelangsungan operasional.Sumber photo: Ditlantas Polda Riau

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Kenapa Asuransi Marine Cargo Penting di Tengah Bencana?

Bencana banjir dan longsor yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan kerusakan infrastruktur masif: jalan dan jembatan putus, banyak area terisolasi, serta pelabuhan dan jalur distribusi menjadi tidak dapat diakses. Situasi ini sangat mengganggu rantai logistik, terutama bagi pengiriman kontainer barang dari dan ke wilayah terdampak.Ketika arus logistik normal terganggu, risiko terhadap pengiriman kontainer meningkat secara drastis. Kontainer bisa tertahan, rusak karena kondisi pelabuhan atau dermaga buruk, atau bahkan hilang jika terjadi banjir besar. Penundaan distribusi bukan hanya soal waktu, tetapi juga kerugian finansial dan reputasi bagi pelaku usaha.Dalam kondisi seperti ini, peran asuransi marine cargo menjadi krusial. Asuransi memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko: kerusakan akibat bencana alam, kehilangan muatan, delay distribusi, atau kerusakan kontainer. Dengan demikian, pelaku logistik atau trader bisa lebih tenang menghadapi kondisi ekstrem dan memiliki jaminan untuk memulihkan kerugian jika terjadi hal-hal yang tidak terduga.Lebih jauh lagi, asuransi marine cargo membantu menjaga keberlanjutan operasional, terutama ketika banyak jalur distribusi tradisional terputus. Dengan proteksi, perusahaan bisa fokus mencari rute alternatif atau menggunakan moda transportasi lain tanpa harus menanggung risiko penuh sendiri.Mengingat kondisi bencana yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem, asuransi marine cargo bukan lagi opsional, tetapi menjadi kebutuhan strategis bagi siapa saja yang berhubungan dengan logistik kontainer dan distribusi barang.

Article image
Edukasi Umum

5 Penyebab Biaya Logistik Laut Bisa Membengkak

Biaya logistik laut sering kali membengkak akibat faktor-faktor kecil yang tidak diperhatikan oleh pengirim barang. Banyak perusahaan menganggap kenaikan biaya disebabkan tarif kapal, padahal sebagian besar berasal dari ketidaksiapan operasional.Salah satu penyebab utama adalah demurrage dan detention, yaitu biaya denda ketika kontainer terlambat keluar dari pelabuhan atau terlambat dikembalikan ke depo. Hal ini terjadi karena dokumen tidak siap atau truk tidak tersedia sesuai jadwal.Biaya trucking juga dapat meningkat drastis saat high season, terutama menjelang akhir tahun. Keterlambatan atau kesalahan dokumen seperti error pada invoice atau SI juga dapat membuat barang tertahan di pelabuhan dan menambah biaya penyimpanan.Selain itu, kelangkaan kontainer kosong dan pemilihan rute pelayaran yang kurang efisien dapat memperpanjang waktu perjalanan dan menaikkan biaya operasional. Manajemen yang lebih terencana dapat membantu perusahaan menghindari biaya-biaya tersebut dan menjaga efisiensi pengiriman.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Apa Tugas EMKL Saat Kapal Tiba di Pelabuhan?

Begitu kapal tiba dan proses bongkar muat dimulai, EMKL memegang peran penting dalam memastikan seluruh proses pengeluaran kontainer berjalan lancar. Tugas ini sangat krusial karena keterlambatan sedikit saja dapat menyebabkan biaya demurrage dan detention yang besar.Tugas pertama EMKL adalah memastikan seluruh dokumen rilis seperti Delivery Order (DO), surat jalan, serta administrasi clearance telah siap. Ketepatan dokumen menjadi kunci agar kontainer dapat keluar dari Container Yard (CY) tanpa hambatan.Selain mengurus dokumen, EMKL juga bertugas mengoordinasikan transportasi darat. Mereka memastikan truk tersedia, sopir siap, dan rute distribusi telah direncanakan dengan baik. Monitoring kedatangan kapal, status pembongkaran, serta kondisi CY juga menjadi bagian dari pekerjaan harian mereka.Peran EMKL tidak hanya mengantar kontainer, tetapi memastikan seluruh mata rantai logistik bekerja secara sinkron. Keberhasilan operasi pelabuhan sering kali ditentukan oleh seberapa cepat dan tepat EMKL mengeksekusi tugasnya.

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Container Yard (CY) dan Apa Bedanya dengan Depo Kontainer?

Dalam operasional logistik peti kemas, Container Yard (CY) dan depo kontainer kerap dianggap sama, padahal keduanya memiliki fungsi dan peran yang sangat berbeda. Memahami perbedaannya sangat penting untuk mengatur pergerakan kontainer secara efisien dan menghindari biaya tambahan.Container Yard (CY) adalah area penyimpanan kontainer yang berada di dalam pelabuhan, di mana kontainer ditempatkan sebelum dimuat ke kapal atau setelah dibongkar. CY berfungsi sebagai titik transit utama dan menjadi lokasi rilis serta penerimaan kontainer bagi EMKL dan pelayaran.Sementara itu, depo kontainer adalah fasilitas di luar pelabuhan yang digunakan untuk penyimpanan kontainer kosong, pemeriksaan, pencucian, hingga perbaikan unit. Depo menjadi tempat pengembalian kontainer kosong setelah proses pengiriman selesai.Memahami perbedaan ini membantu pelaku logistik mengatur jadwal pengambilan dan pengembalian kontainer, memperkirakan biaya, serta merencanakan rute truk agar proses distribusi lebih efisien.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Kalimantan Timur Tambah Kapasitas Penumpukan Kontainer & Perkuat Infrastruktur Keselamatan

Terminal peti kemas di Kalimantan Timur tengah meningkatkan kapasitas lapangan penumpukan dan memperkuat infrastruktur keselamatan untuk mendukung efisiensi arus barang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing logistik di kawasan timur Indonesia.Berdasarkan laporan Kotaku.co.id (6 November 2025), kapasitas sitting plate kontainer ditingkatkan dari 300 TEUs menjadi 360 TEUs per blok. Proyek ini mencakup perpanjangan area penumpukan serta peninggian jalur kampas (causeway) untuk memastikan permukaan jalan yang lebih stabil bagi truk pengangkut kontainer.Selain itu, peningkatan infrastruktur ini ditujukan untuk meminimalisir risiko kerusakan alat bongkar muat akibat ketidakseimbangan beban dan kondisi jalan. Dengan peningkatan ini, proses mobilisasi kontainer diproyeksikan berlangsung lebih lancar dan aman.Proyek yang ditargetkan rampung akhir 2025 ini menjadi momentum penting bagi kawasan Kalimantan Timur dalam memperkuat posisinya sebagai gerbang logistik bagi pengiriman kontainer domestik dan antarwilayah.

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Bisnis Asuransi Marine Cargo Tumbuh, Didukung Kenaikan Ekspor Indonesia

Industri asuransi marine cargo menunjukkan pertumbuhan stabil seiring meningkatnya ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025. Dengan semakin tingginya volume pengiriman laut, kebutuhan akan perlindungan kargo meningkat pesat dan memperkuat posisi asuransi sebagai elemen penting dalam rantai pengiriman barang. Tren ini dipicu oleh aktivitas ekspor yang mencatat kenaikan signifikan, terutama dari sektor manufaktur, pertanian, dan komoditas olahan. Menurut laporan media ekonomi nasional pada November 2025, ekspor Indonesia tumbuh stabil, mendorong permintaan logistik laut dan secara langsung meningkatkan permintaan polis asuransi kargo. Para pelaku industri melihat adanya peningkatan kesadaran dari pemilik barang bahwa risiko di laut tidak bisa dihindari, mulai dari kerusakan fisik, kehilangan, hingga risiko cuaca ekstrem. Sektor marine cargo insurance juga mendapatkan keuntungan dari stabilnya tingkat klaim, yang menunjukkan perbaikan keselamatan pelayaran dan pengelolaan risiko di berbagai titik rantai pasok. Selain itu, digitalisasi proses klaim dan pemantauan pengiriman membuat industri ini semakin efisien dan menarik bagi pengirim barang. Dengan dukungan pertumbuhan ekspor dan pengiriman domestik, bisnis asuransi kargo laut diprediksi terus meningkat hingga akhir tahun. Industri ini akan memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan pelaku supply chain terhadap pengiriman laut yang aman dan terlindungi.

Article image
Edukasi Umum

Seberapa Penting EMKL dalam Rantai Pasok Logistik Laut?

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) adalah elemen yang sering tidak terlihat tetapi memegang peran vital dalam pengiriman kontainer. Tanpa EMKL, barang dari pabrik atau gudang tidak akan sampai ke kapal tepat waktu. Mereka adalah penghubung antara pemilik barang, trucking, depo kontainer, pelayaran, hingga pihak pelabuhan. Peran utama EMKL adalah mengurus dokumen penting seperti Shipping Instruction (SI), Delivery Order (DO), hingga koordinasi pengiriman kontainer ke terminal. Mereka memastikan jadwal kapal, ketersediaan trucking, dan administrasi bea cukai berjalan lancar. Kegagalan satu proses saja bisa menyebabkan keterlambatan atau biaya tambahan. Di era modern, banyak EMKL mulai mengadopsi layanan digital untuk mempermudah tracking, booking, dan konfirmasi jadwal. Sistem seperti ini memotong waktu komunikasi dan mengurangi risiko kesalahan manusia. Pelanggan pun bisa memantau status kontainer dengan lebih transparan. Tantangan terbesar EMKL adalah birokrasi dan kemacetan pelabuhan. Karena itu, kompetensi dan pengalaman EMKL sangat menentukan efisiensi logistik. Perusahaan yang memilih EMKL profesional akan terhindar dari longstay, demurrage, atau kehilangan slot kapal. Singkatnya, EMKL adalah urat nadi logistik laut. Mereka membuat rantai pasok bekerja tanpa henti dan menjaga barang sampai ke tujuan tepat waktu. Tanpa mereka, sistem logistik laut akan berjalan jauh lebih lambat dan mahal.

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

Bisnis Asuransi Marine Cargo Tumbuh, Didukung Kenaikan Ekspor Indonesia

Kinerja ekspor Indonesia kembali menunjukkan tren positif pada pertengahan 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nasional naik sekitar 7,72% hingga Agustus 2025. Pertumbuhan ini bukan hanya berdampak pada sektor pelayaran dan logistik, tetapi juga meningkatkan permintaan terhadap layanan asuransi marine cargo. Seiring meningkatnya pengiriman barang lewat laut, pelaku industri semakin menyadari pentingnya perlindungan risiko. Banyak perusahaan manufaktur dan eksportir besar mulai memperketat standar keamanan logistik, termasuk menjadikan asuransi sebagai komponen wajib pengiriman. Hal ini membuat perusahaan asuransi optimistis terhadap pertumbuhan premi hingga akhir tahun 2025. Produk-produk ekspor seperti komoditas, minyak sawit, serta hasil olahan industri menjadi penyumbang terbesar permintaan asuransi. Selain itu, banyak forwarder dan EMKL kini menawarkan paket layanan terintegrasi dengan marine cargo insurance sebagai nilai tambah bagi pelanggan. Tren ini menunjukkan bahwa industri logistik Indonesia semakin matang. Kesadaran pasar terhadap risiko pengiriman meningkat, dan kolaborasi antara penyedia logistik dan perusahaan asuransi menjadi semakin kuat. Ke depan, digitalisasi proses klaim dan monitoring polis diprediksi mempercepat layanan serta meningkatkan transparansi. Sumber: KONTAN Insight, 10 Oktober 2025 – “Ekspor Naik, Bisnis Asuransi Marine Cargo Terus Bertumbuh”

Article image
Asuransi Pengangkutan Laut

5 Tips Memilih Asuransi Marine Cargo yang Tepat

Di dunia logistik laut, risiko tidak bisa dihindari. Mulai dari cuaca buruk, penanganan tidak tepat, kerusakan di pelabuhan, hingga kehilangan kontainer saat perjalanan. Karena itu, asuransi marine cargo bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari manajemen risiko logistik. Namun, masih banyak pelaku usaha yang memilih polis tanpa memahami detail cakupan dan manfaatnya. Tips pertama adalah memastikan sum insured mencakup nilai barang dan biaya pengiriman. Banyak kasus kerugian tidak terbayar penuh karena nilai pertanggungan tidak sesuai. Kedua, pahami cakupan risiko: apakah polis melindungi kerusakan fisik, kehilangan akibat pencurian, force majeure, atau keterlambatan pengiriman. Semakin lengkap cakupannya, semakin aman bisnis Anda. Ketiga, cek reputasi perusahaan asuransi. Produk murah tidak selalu aman jika proses klaim lambat atau berbelit. Pilih asuransi yang punya rekam jejak baik dan layanan klaim cepat. Keempat, pilih penyedia yang sudah mendukung sistem digital, seperti pelaporan klaim online dan pelacakan status klaim. Terakhir, jangan hanya bandingkan premi. Premi rendah dengan pengecualian banyak justru bisa merugikan. Yang terpenting adalah perlindungan menyeluruh sesuai kebutuhan barang dan rute pengiriman Anda. Dengan memilih asuransi yang tepat, bisnis bisa berjalan aman meski menghadapi risiko laut. Asuransi marine cargo adalah investasi perlindungan. Di tengah rantai pasok global yang kompleks, proteksi yang benar memberi ketenangan dan stabilitas bagi pemilik barang maupun operator logistik.

Article image
Edukasi Umum

Pemerintah Siapkan Peta Jalan Green Port Indonesia 2030

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar menuju sistem logistik laut yang lebih berkelanjutan. Melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah meluncurkan peta jalan atau roadmap Green Port Indonesia 2030 yang menargetkan implementasi pelabuhan ramah lingkungan di seluruh wilayah nusantara. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dari sektor maritim. Roadmap ini berfokus pada empat pilar utama: efisiensi energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, dan manajemen limbah pelabuhan. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Belawan, dan Bitung ditetapkan sebagai proyek percontohan. Di tahap awal, penerapan sistem shore power — yaitu suplai listrik langsung ke kapal saat bersandar — mulai diuji coba untuk menggantikan bahan bakar konvensional. Selain infrastruktur hijau, digitalisasi juga menjadi bagian penting dari program ini. Sistem monitoring energi berbasis IoT dan analisis data real-time akan membantu pelabuhan mengukur serta mengoptimalkan konsumsi energi. Dengan pendekatan ini, efisiensi operasional dapat dicapai tanpa mengorbankan produktivitas. Target pemerintah adalah 30% pelabuhan nasional beroperasi dengan standar Green Port pada tahun 2030. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menekan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia sebagai negara kepulauan yang berkomitmen terhadap ekonomi biru (blue economy). Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku industri logistik, konsep Green Port akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan maritim Indonesia.  Pelabuhan masa depan bukan hanya efisien dan digital, tapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sumber: Kemenhub RI, Antara News, Bisnis Indonesia (5 Oktober 2025).

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Reefer Container dan Kapan Harus Digunakan?

Dalam industri logistik laut, pengiriman barang dengan suhu terkendali menjadi semakin penting, terutama untuk sektor pangan, farmasi, dan ekspor hasil laut. Di sinilah peran reefer container — atau kontainer pendingin — menjadi sangat vital. Reefer container dirancang khusus untuk menjaga suhu tertentu selama proses pengiriman, baik di laut maupun darat. Reefer container mampu mengatur suhu antara -30°C hingga +30°C, menjadikannya ideal untuk pengiriman daging beku, ikan, buah, sayuran segar, hingga vaksin dan obat-obatan. Kontainer ini dilengkapi sistem pendingin otomatis yang terhubung dengan sumber daya kapal atau pelabuhan, dan dalam versi modernnya sudah memiliki fitur sensor digital untuk pemantauan suhu real-time. Dalam konteks ekspor Indonesia, reefer container menjadi salah satu pendorong utama daya saing produk. Negara tujuan seperti Jepang, Korea, dan Eropa menerapkan standar ketat terhadap rantai dingin (cold chain). Karena itu, penggunaan reefer container bukan hanya soal menjaga kualitas produk, tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Namun, biaya penggunaan reefer container memang lebih tinggi dibanding kontainer biasa. Oleh karena itu, perusahaan logistik biasanya menerapkan perencanaan khusus, mulai dari rotasi armada, waktu pengisian daya, hingga monitoring digital yang efisien agar biaya operasional tetap terkendali. Ke depan, pengembangan teknologi pendingin hemat energi dan integrasi data suhu berbasis cloud diharapkan membuat penggunaan reefer container semakin efisien. Bagi pelaku logistik maupun eksportir, memahami cara kerja dan manajemen reefer container adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas dan kepercayaan pasar global. Sumber: INSA, Maersk Reefer Operations 2025, Marine Insight.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Proyek Peningkatan Fasilitas Terminal Petikemas Makassar Resmi Dimulai

Transformasi logistik laut di Kawasan Timur Indonesia terus berlanjut. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) secara resmi memulai proyek peningkatan fasilitas Terminal Petikemas Makassar (TPM) yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan bongkar muat peti kemas. Langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis nasional untuk memperkuat konektivitas dan daya saing pelabuhan di kawasan timur. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas terminal dari 1,2 juta TEUs menjadi 1,7 juta TEUs per tahun. Selain ekspansi fisik, Pelindo juga akan menambah dua unit ship-to-shore (STS) crane baru serta memperbarui sistem manajemen terminal berbasis Artificial Intelligence (AI). Dengan sistem ini, pergerakan kontainer, jadwal kapal, hingga produktivitas operator akan terpantau secara real-time. Direktur Utama Pelindo menyebut bahwa proyek peningkatan TPM diharapkan menjadi tonggak efisiensi logistik nasional, mengingat Makassar berperan sebagai hub utama penghubung pelayaran domestik di kawasan timur. Selain itu, integrasi dengan sistem logistik nasional (Sislognas) akan memudahkan pertukaran data antar pelabuhan dan mempercepat layanan ekspor-impor. Peningkatan fasilitas ini juga diproyeksikan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan efisiensi bongkar muat yang lebih tinggi, waktu sandar kapal bisa ditekan hingga 20%, sementara biaya logistik regional berpotensi turun secara signifikan. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi sektor industri dan perdagangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Transformasi Makassar New Port dan TPM menunjukkan bahwa Indonesia mulai menyeimbangkan pembangunan pelabuhan antara wilayah barat dan timur. Dengan penerapan teknologi modern dan sistem yang lebih terintegrasi, logistik laut nasional semakin siap bersaing di era global. Sumber: Pelindo News Release, Kemenhub RI, 3 Oktober 2025.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Inovasi Logistik Laut – Masa Depan Otomasi dan Digital Twin

Industri logistik laut sedang berada di era transformasi besar. Teknologi otomasi dan konsep “Digital Twin” mulai diimplementasikan di berbagai pelabuhan dunia untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional. Digital Twin adalah model virtual yang mereplikasi aktivitas fisik pelabuhan secara real-time untuk analisis dan simulasi. Dengan teknologi ini, operator dapat memantau pergerakan crane, kontainer, dan kapal secara digital. Data dikumpulkan dari sensor IoT dan dianalisis oleh AI untuk memprediksi kemacetan, meminimalkan downtime, dan mengoptimalkan jadwal bongkar muat. Pelabuhan modern seperti Rotterdam dan Singapore telah membuktikan efektivitas sistem ini. Produktivitas meningkat hingga 30%, sementara konsumsi energi berkurang signifikan. Indonesia juga mulai mengadopsi pendekatan ini di beberapa pelabuhan utama, termasuk Tanjung Priok dan Makassar. Masa depan logistik laut akan bergantung pada kemampuan pelaku industri dalam memanfaatkan data dan teknologi. Kolaborasi antara pelabuhan, pelayaran, dan pemerintah menjadi fondasi untuk membangun sistem logistik laut yang adaptif dan berkelanjutan. Sumber: Port Technology International, UNCTAD 2025.

Article image
Edukasi Umum

Apa Itu Hinterland dalam Logistik Pelabuhan?

Istilah hinterland sering digunakan dalam konteks logistik pelabuhan, tetapi banyak yang belum memahami pentingnya. Hinterland adalah wilayah daratan di sekitar pelabuhan yang menjadi sumber atau tujuan utama arus barang. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok memiliki hinterland hingga ke Karawang, Bekasi, dan sebagian Jawa Tengah. Hinterland berfungsi sebagai pengumpul dan penyebar barang. Semakin besar dan produktif hinterland, semakin tinggi volume petikemas yang dikelola pelabuhan. Karena itu, pengembangan kawasan industri dan gudang logistik di area hinterland sangat berpengaruh terhadap kinerja pelabuhan. Tantangan yang sering dihadapi adalah akses transportasi yang kurang memadai. Banyak hinterland yang belum terhubung dengan jalan tol atau rel kereta barang, sehingga waktu tempuh menjadi lama dan biaya logistik meningkat. Solusi yang sedang ditempuh pemerintah antara lain pembangunan dry port dan integrasi sistem digital antar moda transportasi. Dengan sistem yang terhubung, distribusi barang dari hinterland ke pelabuhan bisa berjalan lebih cepat dan efisien. Sumber: Kemenhub RI, Pelindo Insight 2025.

Article image
Edukasi Umum

10 Faktor Penyebab Keterlambatan Kontainer

Keterlambatan kontainer adalah tantangan klasik dalam industri logistik laut. Dampaknya bisa sangat besar, mulai dari gangguan rantai pasok, pembengkakan biaya, hingga kerugian reputasi bagi penyedia jasa dan pengirim barang. Mengetahui penyebab utamanya adalah langkah pertama menuju solusi. Berikut beberapa faktor utama penyebab keterlambatan:1. Cuaca ekstrem.2. Dokumen ekspor-impor belum lengkap.3. Pergantian kapal & rute tidak sinkron.4. Kemacetan pelabuhan (YOR tinggi).5. Keterbatasan armada trucking.6. Gangguan sistem pelayaran / bea cukai.7. Serangan siber / data error.8. Penjadwalan vessel cut-off yang berubah.9. Kontainer kosong tidak tersedia.10. Kurangnya komunikasi antar pihak. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan logistik perlu menerapkan sistem pelacakan real-time, perencanaan kontinjensi, serta komunikasi aktif antar pemangku kepentingan. Teknologi berbasis AI kini mulai digunakan untuk memprediksi potensi keterlambatan dengan menganalisis data historis dan pola cuaca. Kunci utama adalah proaktivitas. Dengan perencanaan matang, fleksibilitas operasional, dan penggunaan data cerdas, risiko keterlambatan dapat diminimalkan tanpa mengorbankan efisiensi biaya. Sumber: Agung Logistics Report 2025, UNCTAD Maritime Review.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Krisis Kompetensi Sopir Logistik – Ancaman Efisiensi Nasional

Krisis kompetensi di kalangan sopir logistik kini menjadi isu serius yang berpotensi mengganggu kelancaran distribusi nasional. Sebagai ujung tombak transportasi darat, sopir berperan penting menghubungkan pelabuhan dengan hinterland dan pusat industri. Namun, kurangnya pelatihan formal membuat banyak sopir bekerja dengan jam panjang tanpa pemahaman keselamatan dan efisiensi. Riset Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyebutkan bahwa lebih dari 60% sopir belum memiliki sertifikasi profesi resmi. Akibatnya, angka kecelakaan dan keterlambatan distribusi meningkat signifikan. Selain itu, sistem jam kerja yang tidak manusiawi memperburuk kondisi fisik dan mental para sopir. Solusi utama adalah peningkatan pelatihan dan standarisasi kompetensi nasional. Pemerintah bersama asosiasi transportasi perlu menetapkan kurikulum keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan etika berkendara. Selain itu, penggunaan teknologi seperti GPS, sistem telematika, dan sensor kendaraan bisa membantu memantau perilaku sopir di lapangan. Industri logistik harus mulai menempatkan aspek SDM sebagai prioritas, bukan sekadar biaya operasional. Dengan sopir yang kompeten dan terlindungi, efisiensi logistik nasional akan meningkat, dan keselamatan di jalan pun lebih terjamin. Sumber: ALI, MetroTV News, Bisnis Indonesia 2025.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

EMKL – Urat Nadi Distribusi Laut di Indonesia

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) memegang peran sentral dalam memastikan barang dari pabrik atau gudang bisa sampai ke pelabuhan dan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Tanpa EMKL, logistik laut tidak akan berjalan lancar karena mereka adalah penghubung utama antara pengirim, pelayaran, dan pelabuhan. Tugas utama EMKL mencakup pengurusan dokumen seperti Shipping Instruction, Delivery Order, dan Bill of Lading. Mereka juga bertanggung jawab atas pengantaran kontainer ke pelabuhan dan memastikan semua proses sesuai jadwal kapal. Koordinasi dengan banyak pihak menuntut ketelitian dan pengalaman tinggi, terutama di pelabuhan besar seperti Tanjung Priok atau Tanjung Perak. Seiring berkembangnya digitalisasi, banyak EMKL kini mengadopsi sistem berbasis online untuk memudahkan pelanggan melakukan booking, tracking, dan pembayaran. Langkah ini tidak hanya mempercepat proses tetapi juga meningkatkan transparansi layanan. Namun, tantangan tetap ada. Persaingan harga yang ketat, birokrasi pelabuhan, serta fluktuasi biaya logistik membuat EMKL harus semakin inovatif. Kolaborasi dengan operator pelabuhan, pelayaran, dan pihak bea cukai menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisiensi. Dengan peran vitalnya, EMKL layak disebut sebagai urat nadi logistik laut Indonesia—mereka memastikan rantai pasok tetap hidup dan bergerak meski di tengah tantangan global yang terus berubah. Sumber: INSA, Asosiasi EMKL Indonesia, Kemenhub 2025.

Article image
Edukasi Umum

Cara Hemat Kirim Kontainer Domestik

Biaya logistik laut di Indonesia sering kali menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha. Namun dengan strategi yang cermat, biaya pengiriman dapat ditekan tanpa mengorbankan kecepatan dan keamanan. Mengelola ongkos kirim bukan hanya soal mencari tarif termurah, melainkan juga tentang efisiensi operasional dari awal hingga akhir. Langkah pertama yang paling efektif adalah melakukan konsolidasi muatan atau menggunakan sistem LCL (Less than Container Load) untuk barang dengan volume kecil. Dengan berbagi ruang kontainer bersama pengirim lain, biaya per unit barang bisa turun signifikan. Selain itu, pemilihan rute pelayaran reguler dengan jadwal tetap sering menawarkan harga lebih kompetitif dibandingkan layanan ekspres atau charter. Perencanaan waktu pengiriman juga penting. Hindari periode padat seperti menjelang liburan atau akhir tahun, di mana tarif logistik cenderung naik. Mengirim barang lebih awal bisa menghindarkan Anda dari tambahan biaya seperti storage, demurrage, atau longstay di pelabuhan.  Langkah berikutnya adalah memanfaatkan platform digital untuk membandingkan tarif antar pelayaran dan EMKL secara transparan. Banyak marketplace logistik kini menyediakan sistem pencarian dan pemesanan daring yang bisa menekan biaya negosiasi manual. Terakhir, selalu evaluasi kinerja logistik Anda. Gunakan data pengiriman sebelumnya untuk menentukan pola terbaik—mulai dari waktu paling efisien hingga mitra logistik paling andal. Efisiensi biaya bukanlah kebetulan, tapi hasil dari strategi yang terus disempurnakan.  Sumber: Pelindo Domestic Freight Report 2025, Freightos Market Data.

Article image
Bisnis Logistik Kontainer

Flat Rack Container – Solusi Barang Oversize

Tidak semua barang bisa masuk ke kontainer standar. Untuk muatan berukuran besar seperti alat berat, mesin industri, atau pipa panjang, dibutuhkan jenis kontainer khusus yang disebut Flat Rack Container. Kontainer ini memiliki sisi terbuka di bagian samping dan atap, sehingga cocok untuk barang yang melampaui tinggi atau lebar standar. Flat Rack umumnya memiliki kapasitas hingga 40 ton dan tersedia dalam dua ukuran utama: 20 kaki dan 40 kaki. Dengan lantai baja yang diperkuat, barang dapat diikat menggunakan rantai atau tali pengaman untuk menjaga stabilitas selama perjalanan laut. Dalam banyak kasus, pengiriman dengan Flat Rack juga memerlukan izin khusus dan perhitungan muatan yang presisi.  Keunggulan utama Flat Rack adalah fleksibilitas. Barang dapat dimuat dari atas atau samping menggunakan crane atau forklift, mempermudah proses bongkar muat di pelabuhan. Selain itu, kontainer ini juga dapat dilipat (collapsible) saat tidak digunakan, sehingga efisien dalam penyimpanan.  Meskipun biayanya lebih tinggi dibanding kontainer standar, Flat Rack tetap menjadi pilihan utama untuk industri proyek, energi, dan manufaktur berat. Penggunaan yang tepat memastikan keamanan barang dan menghindari kerugian akibat kerusakan selama pengiriman. Sumber: Maersk Container Equipment Guide 2025, INSA Logistik Manual.

Copyright © 2025 PT. Maritim Digital Indonesia