Blog / Sejarah Kontainerisasi Dunia
Sejarah Kontainerisasi Dunia
Perkembangan dunia logistik modern tidak bisa dilepaskan dari lahirnya sistem kontainerisasi. Sebelum adanya kontainer, barang dikirim secara manual menggunakan peti kayu, karung, atau tong, yang memerlukan waktu lama untuk bongkar muat.
Perubahan besar dimulai pada tahun 1956, ketika pengusaha asal Amerika Serikat bernama Malcolm McLean meluncurkan kapal SS Ideal X — kapal tanker yang dimodifikasi untuk membawa peti kemas logam standar. Dari sinilah revolusi logistik dunia dimulai.
Kontainerisasi memperkenalkan konsep pengiriman terstandarisasi menggunakan peti kemas dengan ukuran dan sistem penguncian yang seragam. Standar ini kemudian diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), melahirkan ukuran 20 kaki dan 40 kaki (TEU & FEU) yang digunakan hingga kini. Inovasi ini memangkas waktu bongkar muat dari hitungan hari menjadi jam, menghemat biaya logistik hingga 80%, dan memungkinkan globalisasi perdagangan modern.
Pada dekade 1970–1980-an, jaringan pelabuhan dunia mulai menyesuaikan diri. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat membangun terminal petikemas modern lengkap dengan crane khusus (gantry crane) dan sistem pelacakan kontainer. Di Asia, pelabuhan seperti Singapura dan Hong Kong berkembang pesat sebagai hub utama perdagangan global berkat efisiensi sistem kontainerisasi.
Kini, lebih dari 90% barang di dunia dikirim menggunakan kontainer laut. Perusahaan pelayaran besar seperti Maersk Line, MSC, dan CMA CGM mengoperasikan ribuan kapal raksasa yang mampu mengangkut lebih dari 20.000 TEUs per perjalanan. Kontainerisasi tidak hanya mengubah dunia perdagangan, tetapi juga menciptakan jaringan global yang saling terhubung antarnegara.
Transformasi ini menunjukkan bahwa efisiensi, standarisasi, dan kolaborasi adalah fondasi utama industri logistik modern. Tanpa kontainerisasi, rantai pasok global seperti yang kita kenal hari ini mungkin tidak akan pernah terbentuk.
Sumber: World Shipping Council, UNCTAD Review of Maritime Transport 2025.