Blog / Sejarah Singkat Logistik Kontainer di Indonesia
Sejarah Singkat Logistik Kontainer di Indonesia
Logistik kontainer di Indonesia mulai berkembang pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, saat perdagangan internasional dan kebutuhan efisiensi distribusi antar pulau mulai meningkat tajam. Sebelum itu, proses pengiriman barang dilakukan secara curah atau menggunakan kemasan tidak standar, seperti peti kayu atau karung, yang membuat proses bongkar muat lambat dan rawan kerusakan.
Pengenalan sistem kontainerisasi mengubah lanskap pelabuhan secara drastis. Pelabuhan utama mulai membangun fasilitas container yard (CY), crane khusus kontainer, dan sistem administrasi pengangkutan terstandarisasi. Proses distribusi barang menjadi lebih cepat dan efisien, serta memungkinkan konektivitas lintas moda seperti truk, kapal, dan kereta tanpa memindahkan isi barang dari satu kemasan ke kemasan lain.
Dalam dua dekade berikutnya, penggunaan kontainer tidak lagi terbatas pada ekspor-impor saja, tetapi juga untuk pengiriman antarpulau dalam negeri. Meski masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan fasilitas pelabuhan dan mahalnya biaya logistik di luar Jawa, sistem kontainerisasi telah menjadi tulang punggung distribusi nasional dan fondasi sistem logistik modern Indonesia saat ini.
Sumber referensi:
- Indonesia National Single Window (INSW), “Sejarah Kontainerisasi di Indonesia”, 2020
- Jurnal Transportasi & Logistik, Vol. 15 No. 2, Institut Transportasi & Maritim, 2021
- Pelindo.co.id – Sejarah Penggunaan Petikemas di Indonesia